Pesawat tempur Amerika Serikat dan Arab Saudi, pada Selasa (28/7/2026) waktu setempat, menggelar serangan gabungan terhadap milisi pro-Iran di Irak. Langkah ini merupakan balasan atas serangkaian serangan drone dari wilayah Irak yang menargetkan pasukan AS dan fasilitas minyak Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir.
Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam pernyataannya, Rabu (29/7/2026), menyatakan bahwa serangan itu menyasar 'teroris yang bersekutu dengan Iran yang diperintahkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk menyerang pasukan AS dan infrastruktur energi Saudi.' CENTCOM menambahkan bahwa IRGC dan proksi-proksinya harus menghentikan serangan untuk menghindari respons militer AS lebih lanjut.
Konfirmasi Arab Saudi dan Keterlibatan Militer
Arab Saudi mengonfirmasi peran mereka dalam operasi tersebut. Kementerian Pertahanan Saudi menyatakan bahwa sasaran serangan adalah 'target milik milisi yang berada di wilayah Irak yang terkait dengan serangan terhadap fasilitas minyak kerajaan.' Serangan ini terjadi setelah Kementerian Pertahanan Saudi melaporkan pencegatan drone yang menargetkan fasilitas minyak di timur Saudi. Riyadh menuding kelompok yang didukung Iran di Irak sebagai dalang serangan drone tersebut.
Sehari sebelumnya, Riyadh menyerukan kepada pemerintah Irak untuk mencegah serangan dari wilayahnya. Baghdad kemudian menyatakan telah memerintahkan penyelidikan atas insiden tersebut. Pemerintah Irak mengatakan tengah melakukan penyelidikan atas serangan drone yang diarahkan ke Arab Saudi.
Serangan Rudal Iran dan Peringatan CENTCOM
Sebelumnya, CENTCOM mengungkapkan bahwa Iran meluncurkan beberapa rudal balistik dalam 'upaya serangan mendadak terhadap pasukan AS yang berbasis di Timur Tengah,' namun seluruh rudal berhasil dicegat. Militer AS menegaskan akan terus mengambil tindakan untuk melindungi pasukan dan kepentingan sekutunya di kawasan. Serangan gabungan ini menandai eskalasi terbaru dalam ketegangan antara AS-Saudi melawan Iran dan proksinya di Irak.
Analis militer menilai keterlibatan langsung Arab Saudi dalam serangan ini menunjukkan koordinasi keamanan yang semakin erat antara Riyadh dan Washington dalam menghadapi ancaman Iran. Sementara itu, Iran belum memberikan tanggapan resmi terkait serangan tersebut. Masyarakat internasional mengamati perkembangan ini dengan waspada, mengingat potensi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.



