Rumania Berikan Akses Pangkalan Udara untuk Dukung Operasi Militer AS
Pemerintah Rumania secara resmi memutuskan untuk mengizinkan Amerika Serikat menggunakan fasilitas pangkalan udara di wilayahnya untuk keperluan pengisian bahan bakar pesawat tempur. Keputusan strategis ini terkait langsung dengan keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik militer melawan Iran yang sedang berlangsung bersama Israel.
Persetujuan Parlemen dan Tinjauan Dewan Pertahanan
Presiden Rumania Nicusor Dan mengonfirmasi bahwa parlemen negara tersebut telah memberikan persetujuan penuh setelah proposal ini melalui proses tinjauan mendalam oleh Dewan Tertinggi Pertahanan Nasional pada Rabu (11/3/2026) waktu setempat. Dalam pernyataan resmi yang dirilis setelah pertemuan dewan, Dan menyebut langkah ini sebagai "penempatan sementara peralatan dan pasukan militer Amerika di Rumania".
"Langkah ini akan memungkinkan pengisian bahan bakar pesawat tempur serta penempatan peralatan pemantauan dan komunikasi satelit yang mendukung operasi," jelas Presiden Dan. Ia menekankan bahwa semua peralatan yang akan ditempatkan bersifat defensif murni dan tidak membawa amunisi ofensif apa pun.
Dukungan NATO dan Kritik Oposisi
Sebelum persetujuan parlemen Rumania, Presiden Dan telah mengadakan pertemuan dengan dewan pertahanan tertinggi Uni Eropa dan negara-negara anggota NATO. Pertemuan tersebut menghasilkan persetujuan kolektif terhadap permintaan Amerika Serikat. Meskipun mendapat dukungan luas, keputusan ini tetap menuai kritik dari kelompok oposisi sayap kanan di parlemen Rumania yang secara terbuka mengkritik rencana tersebut, meskipun mereka mengaku sebagai pendukung setia Presiden AS Donald Trump.
Konteks Strategis dan Keamanan Regional
Rumania telah lama menjadi sekutu setia Washington di kawasan Eropa Timur. Negara ini menjadi lokasi sistem pertahanan rudal balistik Aegis Ashore yang dikembangkan Amerika Serikat, yang telah ditempatkan di kota Deveselu sejak satu dekade lalu sebagai bagian dari strategi pertahanan NATO. Sistem pertahanan ini bahkan telah mengalami pembaruan signifikan menyusul invasi Rusia ke Ukraina.
"Kita sedang membicarakan pesawat pengisian bahan bakar, beberapa peralatan pemantauan, dan peralatan komunikasi satelit yang terkait dengan perisai Deveselu," papar Dan. "Peralatan ini bersifat defensif sepenuhnya tanpa membawa amunisi aktual. Selama parlemen menyetujui, peralatan ini akan dikerahkan ke Rumania sesuai dengan kemitraan strategis AS-Rumania."
Perbandingan dengan Negara Eropa Lain
Sementara beberapa negara anggota Uni Eropa seperti Prancis, Yunani, dan Italia telah mengirim kapal perang ke Siprus sebagai respons terhadap serangan drone buatan Iran terhadap pangkalan militer Inggris di pulau tersebut, Rumania memilih pendekatan berbeda dengan mengizinkan penggunaan pangkalan militernya untuk operasi logistik.
Keputusan ini muncul dalam konteks menariknya sekitar 1.000 personel militer Amerika Serikat dari pangkalan udara Mihail Kogalniceanu di Rumania tahun lalu, ketika AS memfokuskan perhatian pada perbatasannya sendiri dan kawasan Indo-Pasifik. Saat ini, masih terdapat sekitar 1.000 tentara AS yang tetap bertugas di wilayah Rumania.
Posisi Geografis yang Krusial
Posisi geografis Rumania yang berbagi perbatasan darat sepanjang 650 kilometer dengan Ukraina menambah dimensi strategis keputusan ini. Wilayah perbatasan ini telah menjadi jalur penerbangan drone Rusia menuju infrastruktur pelabuhan Ukraina, menjadikan keberadaan fasilitas militer AS di Rumania sebagai elemen penting dalam arsitektur keamanan regional.
