Pesawat Militer AS Jatuh di Irak Barat, 4 Awak Dikonfirmasi Tewas
Sebuah pesawat militer Amerika Serikat (AS) jenis KC-135 Stratotanker, yang berfungsi sebagai pesawat pengisian bahan bakar di udara, dilaporkan jatuh di wilayah Irak bagian barat. Insiden ini terjadi pada Kamis (12/3/2026) waktu setempat, dan telah mengakibatkan korban jiwa di antara awak pesawat.
Korban dan Upaya Penyelamatan
Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, mengonfirmasi bahwa enam awak berada di dalam pesawat yang jatuh tersebut. Dari jumlah itu, empat awak telah dipastikan meninggal dunia. Kondisi dua awak lainnya masih belum jelas, dengan CENTCOM menyatakan bahwa upaya penyelamatan masih terus berlangsung secara intensif.
"Empat dari enam awak pesawat telah dikonfirmasi meninggal dunia, sementara upaya penyelamatan masih berlangsung," demikian pernyataan resmi dari CENTCOM. Identitas para korban tewas belum diungkap kepada publik, karena menunggu pemberitahuan kepada keluarga terdekat mereka.
Penyebab Insiden dan Konteks Operasi
CENTCOM menegaskan bahwa jatuhnya pesawat militer ini bukan akibat tembakan musuh atau tembakan sekutu (friendly fire). Menurut laporan, insiden tersebut melibatkan sebuah pesawat militer lainnya, yang jenisnya tidak disebutkan secara spesifik. Dari dua pesawat yang terlibat, satu jatuh di Irak bagian barat, sedangkan satu lainnya berhasil mendarat dengan selamat.
Insiden ini terjadi di "wilayah udara sekutu" selama Operation Epic Fury, yang merujuk pada operasi militer AS bersama Israel terhadap Iran. Operasi ini telah berlangsung sejak 28 Februari lalu, dengan AS diketahui mengerahkan aset militer dan pasukannya di berbagai pangkalan di Irak.
Penyelidikan Lebih Lanjut
Penyebab pasti dari insiden ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh militer AS. CENTCOM menekankan bahwa situasi seputar jatuhnya pesawat sedang diteliti secara mendalam, namun telah dipastikan bahwa faktor tembakan eksternal bukanlah penyebabnya.
"Situasi seputar insiden tersebut sedang diselidiki. Namun, jatuhnya pesawat tersebut bukan karena tembakan musuh atau friendly fire," tegas CENTCOM dalam pernyataannya pada Jumat (13/3/2026). Upaya penyelidikan diharapkan dapat mengungkap detail lebih lanjut mengenai dinamika insiden udara ini.
