Jakarta - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un menyatakan tekadnya untuk meningkatkan kemampuan militer nuklir negara tersebut secara pesat. Pernyataan ini disampaikan saat media pemerintah Korut melaporkan kunjungannya ke fasilitas nuklir baru.
Negara bersenjata nuklir itu diyakini mengoperasikan fasilitas pengayaan uranium di tiga lokasi, yaitu Yongbyon, Kangson, dan Kusong. Pada Rabu (3/6) waktu setempat, Kim mengunjungi "pabrik produksi material nuklir yang baru diresmikan," lapor media pemerintah Korut, KCNA, seperti dilansir kantor berita AFP pada Kamis (4/6/2026).
Tekad Kim Jong Un untuk Kekuatan Nuklir
KCNA melaporkan bahwa Kim Jong Un menekankan "rencana masa depan yang ambisius yang dirancang untuk meningkatkan kekuatan nuklir negara kita dengan laju eksponensial." Saat berada di fasilitas nuklir tersebut, Kim juga menyatakan bahwa "kapasitas produksi material nuklir kelas senjata meningkat lebih dari dua kali lipat selama 5 tahun terakhir."
Meskipun Korea Utara tidak mengungkapkan lokasi pastinya, para analis menduga fasilitas tersebut kemungkinan adalah pabrik pengayaan uranium yang baru selesai dibangun di Yongbyon.
Sikap Teguh Korut terhadap Nuklir
Menolak tekanan dari Amerika Serikat, Korea Utara bersikeras akan terus mempertahankan persenjataan nuklirnya, menyebutnya sebagai "tidak dapat diubah." Korea Utara telah melakukan delapan uji coba rudal tahun ini, yang menurut para analis mungkin mencerminkan upaya Pyongyang untuk memanfaatkan terkikisnya norma-norma internasional guna memperkuat status nuklirnya.
Pyongyang menarik diri dari Perjanjian Non-Proliferasi pada tahun 1993 dan sejak itu telah melakukan enam uji coba nuklir. Negeri komunis itu diyakini memiliki puluhan hulu ledak nuklir.
Kunjungan Kim ke fasilitas nuklir baru ini menunjukkan komitmennya untuk terus mengembangkan program nuklir meskipun ada kecaman internasional. Langkah ini juga menandakan bahwa Korea Utara tidak goyah dalam ambisi nuklirnya, yang dianggap sebagai jaminan keamanan utama bagi rezim tersebut.



