Kapal Perang Iran IRIS Dena Tenggelam Ditorpedo AS, 87 Tewas dan 61 Hilang
Kapal Perang Iran Tenggelam Ditorpedo AS, 87 Tewas

Kapal Perang Iran IRIS Dena Tenggelam Dihantam Torpedo Amerika Serikat

Sebuah kapal perang milik Iran, IRIS Dena, telah tenggelam di perairan lepas pantai Sri Lanka pada Rabu (5/3) waktu setempat. Insiden ini terjadi setelah kapal tersebut diserang oleh torpedo yang diluncurkan dari kapal selam Amerika Serikat (AS). Akibat serangan tersebut, sedikitnya 87 tentara Iran dilaporkan tewas, sementara 61 tentara lainnya masih dinyatakan hilang.

Evakuasi dan Upaya Penyelamatan oleh Angkatan Laut Sri Lanka

Angkatan Laut Sri Lanka berhasil menyelamatkan sekitar 32 tentara Iran dari kapal fregat yang tenggelam itu. Sebagian besar dari mereka mengalami luka-luka dan kini sedang mendapatkan perawatan medis di sebuah rumah sakit di kota Galle. Seorang pejabat Angkatan Laut Sri Lanka yang tidak disebutkan namanya mengonfirmasi kepada AFP bahwa 87 jenazah telah dievakuasi, dengan pencarian masih berlangsung untuk tentara yang hilang.

Juru bicara kepolisian setempat dan Angkatan Laut Sri Lanka juga menyatakan bahwa setidaknya 61 tentara Iran masih belum ditemukan. Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, secara terpisah mengumumkan keberhasilan penyelamatan tersebut, menegaskan komitmen negaranya dalam memberikan bantuan kemanusiaan.

Latar Belakang Serangan dan Pernyataan AS

Serangan torpedo ini terjadi di tengah eskalasi perang di kawasan Timur Tengah, yang dipicu oleh serangan gabungan AS dan Israel sejak akhir pekan lalu. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, sebelumnya mengumumkan bahwa sebuah kapal selam AS telah menenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia, tepatnya di lepas pantai Sri Lanka.

Hegseth menggambarkan serangan ini sebagai "kematian senyap" dan mencatatnya sebagai penenggelaman kapal musuh pertama oleh AS menggunakan torpedo sejak Perang Dunia II. Ia menegaskan bahwa kapal Iran tersebut ditenggelamkan meski mengira dirinya aman di perairan internasional.

Kronologi Insiden dan Respons Sri Lanka

Menurut juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, kapal perang Iran mengirimkan panggilan darurat saat fajar. Namun, kapal itu telah tenggelam sepenuhnya ketika tim penyelamat tiba di lokasi dalam waktu satu jam, hanya menyisakan bercak minyak di permukaan laut. Serangan terjadi di perairan sekitar 40 kilometer sebelah selatan Galle, saat kapal Iran sedang dalam perjalanan setelah mengikuti latihan militer di pelabuhan Visakhapatnam, India bagian timur.

Sampath menegaskan bahwa respons Sri Lanka terhadap panggilan darurat tersebut sesuai dengan kewajiban maritim negara itu. "Ini berada di dalam area pencarian dan penyelamatan kami di Samudra Hindia," ujarnya. Sri Lanka juga menyatakan tetap netral dalam konflik ini dan telah berulang kali mendesak dialog untuk menyelesaikan ketegangan di Timur Tengah.

Dampak dan Reaksi dari Iran

Hingga saat ini, Iran belum memberikan pernyataan resmi mengenai tenggelamnya kapal perangnya. Duta Besar Iran di Kolombo, Alireza Delkhosh, juga belum dapat dihubungi untuk dimintai komentar. Insiden ini menambah daftar korban dalam konflik yang semakin meluas, dengan pihak-pihak terkait masih berusaha menangani konsekuensi kemanusiaan dan politiknya.

Seorang fotografer AFP di Sri Lanka melaporkan bahwa puluhan jenazah, diduga tentara-tentara Iran yang tewas, dibawa ke rumah sakit setempat pada Rabu malam. Situasi ini menyoroti urgensi penyelesaian konflik dan pentingnya kerja sama internasional dalam menjaga stabilitas kawasan.