Kapal Perang Iran Ditenggelamkan Torpedo AS di Samudra Hindia, 87 Tewas
Kapal Perang Iran Ditenggelamkan Torpedo AS, 87 Tewas

Kapal Perang Iran Ditenggelamkan Torpedo AS di Samudra Hindia, 87 Tewas

Kapal selam Amerika Serikat (AS) telah menenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia dengan serangan torpedo dari bawah laut. Insiden ini terjadi di perairan internasional dan mengakibatkan puluhan korban tewas, memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Momen Serangan dan Korban Jiwa

Tangkapan layar dari video yang dirilis AS menunjukkan momen serangan torpedo menghantam kapal perang Iran. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan, "Kapal itu merasa aman di perairan internasional, tapi justru dihantam torpedo." Hegseth tidak menyebut nama kapal yang diserang, namun Angkatan Laut Sri Lanka melaporkan bahwa kapal perang Iran IRIS Dena tenggelam di Samudra Hindia.

Sekitar 140 orang di dalam kapal dinyatakan hilang setelah serangan tersebut. Hegseth menambahkan, "Ini memang bukan pertarungan yang seimbang, dan tidak dimaksudkan sebagai pertarungan yang seimbang. Gelombang yang lebih besar akan datang. Kami baru memulainya."

Evakuasi dan Pencarian Korban

Sedikitnya 87 tentara Iran tewas dalam insiden ini, dengan 61 tentara lainnya masih hilang. Angkatan Laut Sri Lanka berhasil menyelamatkan sekitar 32 tentara Iran, yang sebagian besar mengalami luka-luka dan kini mendapatkan perawatan medis di rumah sakit di kota Galle.

Seorang pejabat Angkatan Laut Sri Lanka yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada AFP, "Kami telah mengevakuasi 87 jenazah, dan pencarian masih dilakukan untuk yang lainnya yang masih hilang." Juru bicara kepolisian setempat dan Angkatan Laut Sri Lanka mengonfirmasi bahwa sedikitnya 61 tentara Iran masih hilang.

Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, mengumumkan secara terpisah bahwa pasukan Sri Lanka menyelamatkan 32 tentara Iran dari kapal fregat yang tenggelam. Seorang fotografer AFP di Sri Lanka melaporkan puluhan jenazah, diduga tentara-tentara Iran yang tewas, dibawa masuk ke rumah sakit setempat pada Rabu malam.

Pergerakan Kapal Perang Iran Lainnya

Menteri Media Sri Lanka, Nalinda Jayatissa, mengumumkan bahwa kapal perang kedua Iran berada tepat di luar perairan Sri Lanka. Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut atau menyebut nama kapal tersebut.

Sejumlah sumber resmi Sri Lanka mengatakan kapal perang Iran itu membawa lebih dari 100 awak dan dikhawatirkan dapat menjadi target serangan serupa yang menenggelamkan IRIS Dena pada Rabu waktu setempat. Otoritas kota pelabuhan Galle sedang melakukan persiapan untuk menyerahkan jenazah 87 pelaut Iran yang tewas.

Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, menyatakan bahwa pasukannya melanjutkan pencarian terhadap sekitar 61 pelaut Iran yang masih hilang. Sri Lanka menegaskan mereka tetap netral dan berulang kali mendesak dialog untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah.

Ancaman Iran terhadap AS

Iran memberikan tanggapan keras atas tenggelamnya kapal perang mereka. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menuduh AS melakukan kekejaman dengan menenggelamkan kapal Angkatan Laut Iran di lepas pantai Sri Lanka. Araghchi menyebut serangan AS itu dilancarkan di perairan internasional tanpa adanya peringatan.

"AS telah melakukan kekejaman di laut, 2.000 mil jauhnya dari pantai Iran. Kapal fregat Dena, tamu Angkatan Laut India yang membawa hampir 130 pelaut, dihantam di perairan internasional tanpa peringatan," kecam Araghchi dalam pernyataan via media sosial X.

Dia memperingatkan soal preseden yang telah ditetapkan AS dengan serangannya terhadap kapal perang Iran tersebut. "Ingat kata-kata saya: AS akan sangat menyesali preseden yang telah ditetapkannya," tegas Menlu Iran tersebut. Insiden ini terjadi saat perang yang dipicu serangan gabungan AS dan Israel sejak akhir pekan terus meluas di kawasan Timur Tengah.