Kapal Induk AS USS Gerald R Ford Alami Kebakaran di Laut Merah, Dua Pelaut Terluka
Kapal Induk AS Terbakar di Laut Merah, Dua Pelaut Terluka

Kapal Induk AS USS Gerald R Ford Alami Kebakaran di Laut Merah, Dua Pelaut Terluka

Kapal induk Amerika Serikat, USS Gerald R Ford (CVN-78), mengalami insiden kebakaran pada Kamis, 12 Maret 2026, di perairan Laut Merah. Komando Pusat AS (CENTCOM) telah mengonfirmasi kejadian ini dan menyatakan bahwa api berhasil dipadamkan, meskipun dua pelaut dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.

Kronologi dan Penyebab Kebakaran

Menurut pernyataan resmi dari CENTCOM yang dirilis pada Jumat (13/3/2026), kebakaran berasal dari ruang laundry utama kapal induk tersebut. Penyebab kebakaran ditegaskan tidak terkait dengan aktivitas pertempuran atau operasi militer, melainkan merupakan insiden internal yang terjadi selama pelayaran.

"Pada 12 Maret, USS Gerald R Ford (CVN-78) mengalami kebakaran yang berasal dari ruang laundry utama kapal," bunyi pernyataan CENTCOM. "Penyebab kebakaran tidak terkait pertempuran dan telah berhasil dikendalikan."

Kondisi Kapal dan Korban

Setelah kebakaran berhasil dipadamkan, CENTCOM memastikan bahwa tidak ada kerusakan signifikan pada sistem propulsi kapal. Kapal induk ini tetap sepenuhnya operasional dan dapat melanjutkan misinya di kawasan tersebut.

Namun, insiden ini tidak lepas dari korban. Dua pelaut dilaporkan mengalami luka-luka akibat kebakaran. Keduanya kini sedang menerima perawatan medis yang diperlukan. Hingga saat ini, kondisi kesehatan kedua pelaut tersebut belum diungkapkan lebih lanjut oleh pihak otoritas.

Implikasi dan Respons

Kejadian kebakaran di kapal induk AS ini menimbulkan perhatian mengingat USS Gerald R Ford merupakan salah satu kapal induk paling canggih dalam armada Amerika Serikat. Insiden ini mengingatkan akan pentingnya prosedur keselamatan yang ketat di kapal-kapal militer, bahkan di fasilitas non-tempur seperti ruang laundry.

Pihak CENTCOM menekankan bahwa respons cepat dari kru kapal berhasil mencegah kerusakan yang lebih parah. Kapal induk tersebut tetap berada di Laut Merah dan siap untuk operasi lebih lanjut, menunjukkan ketahanan sistem dan pelatihan personel dalam menghadapi situasi darurat.