Israel Umumkan Operasi Darat Terhadap Hizbullah di Lebanon Selatan
Israel Umumkan Operasi Darat ke Hizbullah di Lebanon

Israel Umumkan Operasi Darat Terhadap Hizbullah di Lebanon Selatan

Militer Israel secara resmi mengumumkan pada hari Senin (16/3/2026) bahwa mereka telah memulai peluncuran operasi darat terhadap kelompok militan Hizbullah di wilayah Lebanon selatan. Pengumuman ini disampaikan dalam konteks perang yang sedang berkecamuk antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran, yang telah berlangsung lebih dari dua minggu sejak dimulainya konflik Timur Tengah tersebut.

Ribuan Target Baru Diidentifikasi Setiap Hari

Brigadir Jenderal Effie Defrin, juru bicara militer Israel, menegaskan bahwa pihaknya masih memiliki ribuan target di Iran, dengan identifikasi target baru yang dilakukan secara harian. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa konflik ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda dalam waktu dekat.

Operasi darat yang diluncurkan digambarkan sebagai operasi terbatas yang ditujukan untuk membangun dan memperkuat postur pertahanan Israel. Menurut keterangan resmi yang dilansir oleh kantor berita AFP, aktivitas ini merupakan bagian dari upaya pertahanan yang lebih luas untuk mengamankan perbatasan.

Serangan di Beirut dan Krisis Pengungsi

Pengumuman operasi darat ini disampaikan hanya beberapa jam setelah Israel melancarkan serangan baru di pinggiran ibu kota Lebanon, Beirut. Daerah tersebut dikenal sebagai benteng Hizbullah yang biasanya dihuni oleh ratusan ribu penduduk.

Sebelumnya, militer Israel telah mengeluarkan peringatan evakuasi yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk seluruh wilayah Lebanon selatan. Tindakan ini memicu krisis pengungsi besar-besaran di Lebanon, dengan perintah bagi warga setempat untuk segera mengungsi demi keselamatan mereka.

Eskalasi Konflik dan Serangan Balasan Iran

Perang telah meluas ke sebagian besar wilayah Timur Tengah, dengan Iran membalas serangan dari Israel dan AS dengan meluncurkan serangan terhadap setidaknya 10 negara yang menampung pasukan Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, telah menyerukan kepada negara-negara lain untuk menahan diri dari tindakan yang dapat memperluas konflik.

Dia juga mendesak negara-negara tetangga untuk mengusir apa yang disebutnya sebagai agresor asing. Sementara itu, Garda Revolusi Iran melaporkan bahwa sekitar 700 rudal dan 3.600 drone telah ditembakkan ke target-target AS dan Israel sejauh ini, menunjukkan intensitas pertempuran yang tinggi.

Dengan operasi darat ini, ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin memanas, mengancam stabilitas regional dan menimbulkan kekhawatiran akan dampak humaniter yang lebih luas bagi penduduk sipil di Lebanon dan sekitarnya.