Iran Klaim Lancarkan Gelombang Serangan ke-53 ke Israel
Korp Garda Revolusi Iran (IRGC) pada hari Minggu, 15 Maret 2026, secara resmi mengumumkan telah melancarkan gelombang serangan militer ke-53 sebagai bagian dari operasi yang mereka sebut sebagai "Operation True Promise 4". Dalam pernyataan resmi yang dirilis, IRGC menyatakan bahwa serangan terbaru ini termasuk menargetkan pusat komando dan kendali regional milik Israel, yang dianggap sebagai sasaran strategis dalam konflik yang sedang berlangsung.
Motivasi di Balik Operasi Militer
Menurut pernyataan IRGC, operasi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan mengenang 84 personel Angkatan Laut Iran yang tewas dalam insiden tragis pada 4 Maret di lepas pantai Sri Lanka. Insiden tersebut melibatkan kapal perusak Dena, yang menurut klaim IRGC, diserang oleh torpedo yang diluncurkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat. Serangan ini dianggap sebagai pembalasan atas kejadian itu, dengan IRGC menegaskan komitmen mereka untuk membela kepentingan nasional Iran.
Detail Teknis Serangan Terbaru
IRGC mengungkapkan bahwa gelombang serangan pada hari Minggu dilaksanakan melalui serangan gabungan yang melibatkan penggunaan 10 rudal hipersonik, termasuk jenis Fattah dan Qadr, serta sejumlah drone tempur. Rudal hipersonik ini dikenal karena kecepatan dan kemampuan manuvernya yang tinggi, membuatnya sulit untuk dicegat oleh sistem pertahanan udara. Penggunaan teknologi canggih ini menunjukkan peningkatan kapabilitas militer Iran dalam konflik regional.
Operasi ini merupakan bagian dari serangkaian aksi militer yang telah berlangsung, dengan IRGC sebelumnya menyatakan akan terus mengejar target-target Israel, termasuk ancaman terhadap Perdana Menteri Israel jika masih hidup. Situasi ini memperburuk ketegangan di Timur Tengah, dengan potensi eskalasi yang perlu dipantau secara ketat oleh komunitas internasional.
