Iran Gantung Pria Terkait Misi Mossad Saat Perang Melawan AS-Israel
Iran Gantung Pria Terkait Misi Mossad

Otoritas Iran pada Sabtu (25/4/2026) waktu setempat mengeksekusi mati seorang pria yang dituduh menjalankan misi atas nama badan intelijen Israel, Mossad, selama gelombang unjuk rasa yang meluas di negara tersebut pada Januari lalu. Ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian eksekusi mati yang marak sejak perang berkecamuk antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Identitas Terpidana

Laporan situs web Mizan Online yang dikelola otoritas kehakiman Iran, seperti dikutip dari AFP pada Sabtu (25/4/2026), mengidentifikasi pria yang dieksekusi sebagai Erfan Kiani. Mizan Online menggambarkan Kiani sebagai salah satu agen utama dalam misi yang ditugaskan oleh Mossad selama kerusuhan di Provinsi Isfahan, Iran bagian tengah, pada awal tahun ini.

Tuduhan terhadap Kiani

Otoritas kehakiman Iran menuduh Kiani melakukan perusakan properti publik dan swasta, pembakaran, kepemilikan dan penggunaan bom molotov, membawa senjata tajam, memblokir jalur kendaraan, menyerang petugas, serta menciptakan ketakutan dan kepanikan di antara warga. Vonis mati yang dijatuhkan kepadanya telah diperkuat oleh Mahkamah Agung Iran.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Eksekusi dalam Konteks Perang

Eksekusi terhadap Kiani menyusul hukuman gantung pada Kamis (23/4) terhadap seorang pria lain yang dihukum mati karena menjadi anggota kelompok oposisi terlarang. Dalam beberapa pekan terakhir, Iran meningkatkan eksekusi mati selama perang melawan AS-Israel yang dimulai pada 28 Februari lalu. Otoritas Teheran menuduh unjuk rasa pada Januari lalu dikobarkan oleh Israel, AS, dan kelompok oposisi, termasuk Organisasi Mujahidin Rakyat yang dilarang.

Sejak 19 Maret lalu, otoritas Iran telah mengeksekusi mati sedikitnya sembilan orang atas tuduhan terkait unjuk rasa antipemerintah. Iran, menurut sejumlah kelompok HAM termasuk Amnesty International, merupakan negara dengan pelaksanaan hukuman mati terbanyak kedua di dunia setelah China.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga