Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Buka Suara Soal Kecelakaan Pesawat di Irak
Jakarta - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth akhirnya buka suara mengenai kematian empat anggota militer AS yang terjadi setelah pesawat pengisian bahan bakar jatuh di wilayah Irak barat. Dalam pernyataannya yang penuh emosi, Hegseth menggambarkan perang sebagai sesuatu yang mengerikan dan penuh kekacauan.
"Perang itu neraka. Perang itu kekacauan. Dan seperti yang kita lihat kemarin dengan kecelakaan tragis pesawat tanker KC-135 kita, hal-hal buruk dapat terjadi," kata Hegseth pada konferensi pers di Pentagon, seperti dikutip dari CNN, Jumat (13/3/2026).
Ia menambahkan, "Para pahlawan Amerika, semuanya. Dan seperti yang telah saya lakukan dengan mereka semua, seperti yang telah kita lakukan, kita akan menyambut para pahlawan itu di Dover dan pengorbanan mereka hanya akan memperkuat komitmen kita pada misi ini." Pernyataan ini menegaskan komitmen AS dalam melanjutkan operasi militer di kawasan tersebut meski menghadapi tragedi.
Pernyataan dari Kepala Staf Gabungan
Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine juga menggunakan kesempatan ini untuk membahas kecelakaan tersebut. Ia menyatakan bahwa insiden itu terjadi di wilayah sekutu di Irak barat saat awak pesawat sedang dalam misi tempur. Caine menegaskan bahwa kecelakaan ini bukan akibat tembakan musuh atau sekutu, sesuai dengan pernyataan dari Komando Pusat AS (CENTCOM).
"Kami masih memperlakukan ini sebagai operasi penyelamatan dan pemulihan aktif," jelas Caine, menunjukkan bahwa upaya pencarian untuk korban masih terus dilakukan.
Detail Kecelakaan dan Upaya Penyelamatan
Menurut laporan dari Reuters, Jumat (13/3/2026), pesawat militer AS jenis KC-135 Stratotanker, yang berfungsi sebagai pesawat pengisian bahan bakar di udara, terjatuh di wilayah Irak bagian barat pada Kamis (12/3) waktu setempat. CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, melaporkan bahwa enam awak berada di dalam pesawat yang jatuh.
Dari enam awak tersebut, empat di antaranya telah dipastikan meninggal dunia. CENTCOM mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat bahwa upaya penyelamatan masih terus dilakukan untuk dua anggota kru lainnya yang berada di dalam pesawat. Keadaan kecelakaan pada hari Kamis masih dalam penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang.
Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan militer di kawasan konflik, sekaligus mengingatkan akan risiko tinggi yang dihadapi oleh personel militer dalam operasi tempur. Hegseth dan Caine menekankan bahwa meski tragedi terjadi, misi AS di Irak akan terus berlanjut dengan komitmen yang lebih kuat.
