Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan keras mengecam aksi pembunuhan yang dilakukan Israel terhadap dua komandan senior Hamas di Jalur Gaza. IRGC menegaskan bahwa kawasan Asia Barat atau Timur Tengah tidak akan pernah merasakan perdamaian selama Israel masih ada dan belum dilenyapkan sepenuhnya.
Pernyataan Tegas IRGC
Dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis (28/5/2026) dan dilansir Press TV, Jumat (29/5/2026), IRGC mengutuk pembunuhan Mohammed Odeh dan Ezzeddin al-Haddad atau Abu Suhaib. Keduanya adalah komandan senior sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam. Odeh tewas bersama istri dan tiga anaknya akibat serangan Israel di Kota Gaza.
IRGC menyebut kematian mereka sekali lagi mengungkap sifat predator dan jahat dari rezim Zionis. Mereka menegaskan bahwa kawasan tersebut tidak akan mengalami perdamaian sampai rezim jahat dan pembunuh anak-anak ini dilenyapkan dari muka Bumi, merujuk pada Israel.
Kritik terhadap Rencana Perdamaian AS
IRGC juga mengkritik rencana perdamaian untuk Jalur Gaza yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menurut IRGC, rencana tersebut tidak efektif dan berbahaya. Mereka menyebut apa yang disebut sebagai rencana perdamaian itu tidak ada artinya di tengah pembunuhan, pembantaian, dan teror yang terjadi.
Selain itu, IRGC mengecam dukungan tanpa syarat yang diberikan AS dan sekutu Barat kepada Israel. Mereka menilai rekam jejak tindakan Israel selama beberapa dekade telah mengungkap kebenaran kepada dunia, terutama kepada pihak-pihak yang mengklaim membela hak asasi manusia dan kebebasan bangsa-bangsa.
Konfirmasi Hamas
Hamas, sekutu Iran, mengonfirmasi kematian Odeh akibat serangan udara besar-besaran Israel di Kota Gaza pada Rabu (27/5). Odeh disebut sebagai tokoh kunci dalam Brigade Ezzedine al-Qassam, meskipun baru menjabat beberapa hari untuk menggantikan Al-Haddad yang tewas akibat serangan Israel pada 15 Mei lalu.



