Fakta Penembakan Pilot AS Nicholas Goselin di Papua oleh OPM
Fakta Penembakan Pilot AS Nicholas Goselin di Papua

Pilot berkebangsaan Amerika Serikat (AS), Nicholas F. Goselin, tewas setelah pesawat perintis milik PT AMA Air diduga dibakar oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) saat mendarat di Bandara Ipdeheik, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Insiden tragis ini terjadi pada Kamis, 2 Juli 2026, dan mengguncang dunia penerbangan nasional.

Kronologi Kejadian dan Fakta Awal

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, mengungkapkan bahwa pesawat tersebut berangkat dari Wamena menuju Yahukimo dengan membawa satu pilot dan tujuh penumpang. Seluruh penumpang merupakan warga Papua asli (OAP). Pesawat tiba di Lapangan Terbang Balinggama pada pukul 06.46 WIT dalam kondisi cuaca yang dilaporkan baik sebelum penerbangan.

Namun, setelah pilot melaporkan bahwa pesawat telah mendarat, komunikasi dari pos area lapangan terbang tiba-tiba terputus. Dugaan sementara, pesawat dibakar oleh kelompok OPM yang diduga dipimpin oleh Elkius Kobak, seorang tokoh yang selama ini masuk dalam daftar pencarian TNI.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penyebab Kematian Pilot Masih Didalami

Hingga saat ini, penyebab pasti kematian Nicholas Goselin masih dalam penyelidikan aparat berwenang. Lukman F. Laisa menyatakan, "Laporan awal dari Kepala UPBU Kelas I Wamena menyebutkan bahwa pilot pesawat atas nama Nicholas F. Goselin dilaporkan meninggal dunia. Dugaan penyebab kejadian tersebut masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari aparat berwenang."

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, menambahkan bahwa tujuh penumpang yang seluruhnya merupakan Orang Asli Papua (OAP) dilaporkan selamat dan dalam kondisi aman. Fakta ini menjadi secercah harapan di tengah duka yang mendalam.

Evakuasi Jenazah Terkendala Cuaca Buruk

Proses evakuasi jenazah Nicholas Goselin tidak berjalan mulus. Upaya evakuasi pada hari pertama gagal karena cuaca buruk yang menghambat penerbangan menuju lokasi kejadian. Tim evakuasi yang diberangkatkan dari Timika sempat mengudara sekitar 15 menit, namun terpaksa kembali karena kondisi cuaca yang memburuk.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Artadiguna, menjelaskan bahwa evakuasi terhadap pilot pesawat AMA di Balinggama, Kabupaten Yahukimo, terkendala cuaca. Akhirnya, jenazah Nicholas berhasil dievakuasi dari kawasan Bandara Ipdeheik yang berada di ketinggian sekitar 2.292 meter di atas permukaan laut setelah aparat mengamankan lokasi pada Jumat, 3 Juli 2026.

Pemerintah Kutuk Keras Aksi OPM

Pemerintah Indonesia melalui Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengutuk keras pembakaran pesawat dan penembakan pilot yang diduga dilakukan OPM. Dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7), Djamari menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan tindakan kekerasan yang tidak dapat dibenarkan dan meminta pelaku diproses sesuai hukum.

"Kemenko Polkam menyampaikan apresiasi kepada Satuan TNI, Polri dan seluruh unsur yang terlibat atas kesigapannya mengevakuasi jenazah Almarhum Nicholas F. Goselin, pilot pesawat AMA, pada hari ini Jumat (3/7) sekitar pukul 09.00 WIT," ujar Djamari.

Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan dan tindakan keji terhadap masyarakat maupun sarana transportasi udara yang menjadi urat nadi pelayanan bagi kehidupan masyarakat di Papua. Kemenko Polkam akan terus mendorong proses penyelidikan dan langkah penegakan hukum yang tegas oleh aparat TNI-Polri terhadap pelaku, sekaligus mendorong upaya pengamanan penerbangan perintis guna menjamin keselamatan masyarakat dan kelangsungan pelayanan publik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga