Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengerahkan sebuah drone laut untuk menyelamatkan dua pilot helikopter Apache yang jatuh di lepas pantai Oman, dekat Selat Hormuz. Penyelamatan ini menandai operasi pertama menggunakan sistem tanpa awak dan kecerdasan buatan (AI) oleh Angkatan Laut AS.
Operasi Penyelamatan Bersejarah
Keterlibatan drone laut Angkatan Laut AS dalam operasi penyelamatan di lautan itu diungkapkan oleh juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, Kapten Tim Hawkins. Hawkins mengatakan bahwa drone laut yang dilibatkan dalam operasi penyelamatan itu merupakan jenis Corsair yang diproduksi oleh Saronic Technologies.
"Drone permukaan yang membantu penyelamatan awak Apache tadi malam di lepas pantai Oman adalah kapal permukaan tak berawak Corsair Angkatan Laut AS yang dioperasikan oleh Satuan Tugas 59 Armada Kelima AS. Satuan tugas ini mulai mengerahkan drone-drone ini di wilayah operasi pada akhir Maret," kata Hawkins.
Spesifikasi Drone Corsair
Menurut situs resmi Saronic, drone laut Corsair merupakan kapal permukaan otonom (ASV) dengan panjang 7,3 meter, yang mampu membawa muatan hingga seberat 454 kilogram dan meluncur sejauh 1.000 mil laut. Drone tersebut menjemput kedua pilot dan mengangkut mereka ke lokasi lain di perairan, di mana mereka kemudian dinaikkan ke helikopter untuk diangkut lebih lanjut.
Hawkins menyebut drone laut Corsair dipilih untuk misi penyelamatan ini karena posisinya yang dekat dan kemampuannya. Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa sebuah helikopter Apache milik militer AS ditembak jatuh oleh Iran saat berpatroli di atas Selat Hormuz. Militer AS menyebut insiden ini terjadi pada Senin (8/6) malam waktu setempat.
Respons Presiden Trump
Trump, dalam pernyataannya, memastikan dua pilot helikopter militer itu dalam keadaan baik-baik saja dan tidak terluka. Presiden AS itu juga menegaskan bahwa militer Washington harus merespons serangan ini. CENTCOM, dalam pernyataan terpisah, melaporkan bahwa helikopter Apache AH-64 itu jatuh pada Senin (8/6) sekitar pukul 23.00 GMT, di dekat pantai Oman saat berpatroli di perairan regional.
"Tentara-tentara itu berhasil diselamatkan dalam waktu sekitar dua jam dan dalam kondisi stabil," sebut CENTCOM, sembari menambahkan bahwa penyebab insiden tersebut sedang diselidiki. Upaya penyelamatan dipimpin oleh Komando Angkatan Laut Pusat AS dan Divisi Lintas Udara ke-82, dengan dukungan dari unit Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS, termasuk Satuan Tugas 59 Armada Kelima AS.



