Camat Boyolali Kirim Video Mesum ke Eks Karyawati, Ngaku Salah Kirim
Camat Boyolali Kirim Video Mesum, Ngaku Salah Kirim

Seorang camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali dilaporkan ke Bupati oleh mantan karyawatinya. Camat tersebut diduga mengirimkan video tak senonoh ke ponsel mantan pegawainya itu.

Pelapor dengan inisial A mengungkapkan bahwa ia bekerja di toko roti yang investornya adalah camat tersebut. Ia menerima kiriman video tidak pantas setelah mengundurkan diri dari pekerjaannya. Video berdurasi sekitar 9 detik itu dikirimkan dua kali pada 30 Maret 2026, tepatnya pukul 11.58 WIB, dengan konten yang sama.

"Awalnya saya kerja di toko roti, salah satu investornya itu bapake ini (terlapor)," kata A kepada wartawan, Selasa (7/7/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Trauma dan Pelaporan ke Bupati

A mengaku trauma setelah menerima video mesum tersebut. Ia kemudian melaporkan kejadian itu kepada keluarganya dan akhirnya mengadukan camat tersebut ke Bupati Boyolali pada April lalu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali, M Syawalludin, membenarkan bahwa camat tersebut telah dipanggil untuk klarifikasi oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Dalam klarifikasi, camat itu mengaku salah kirim.

"Kemudian pihak pelapor juga sudah dipanggil dimintai klarifikasi. Di pihak yang terlapor ini Pak Camat ini menyampaikan salah kirim," ungkap Syawalludin.

Klarifikasi dan Tindak Lanjut

Pemkab Boyolali masih menindaklanjuti kasus ini. Hingga saat ini, belum ada sanksi yang dijatuhkan kepada camat tersebut. Pihak berwenang masih mendalami pengakuan salah kirim yang disampaikan.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik di Boyolali dan sekitarnya, mengingat posisi camat sebagai pejabat publik yang seharusnya menjadi teladan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga