AS Tegaskan Insiden Militer Bukan Akibat Serangan Iran
Komando Pusat Amerika Serikat yang mengawasi operasi di Timur Tengah telah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai dua insiden terpisah yang melibatkan militer AS di kawasan tersebut. Dalam pernyataan itu, AS dengan tegas membantah bahwa jatuhnya pesawat pengisian bahan bakar KC-135 dan kebakaran di kapal induk USS Gerald R Ford disebabkan oleh serangan dari Iran, meskipun kedua kejadian terjadi di tengah konflik yang sedang berlangsung.
Pesawat Tanker Jatuh dalam Operasi Militer
Dilaporkan bahwa pesawat tanker KC-135 milik AS jatuh selama Operasi Epic Fury, sebuah operasi gabungan AS dan Israel yang diluncurkan sejak 28 Februari lalu untuk melawan Iran. Komando Pusat AS mengonfirmasi hilangnya pesawat tersebut di wilayah udara sekutu, namun menegaskan bahwa insiden ini tidak terkait dengan tembakan musuh atau sekutu.
"Insiden tersebut terjadi di wilayah udara sekutu selama Operasi Epic Fury, dan upaya penyelamatan sedang berlangsung," demikian bunyi pernyataan resmi yang dikutip dari Aljazeera. Kecelakaan diduga melibatkan dua pesawat, dengan kemungkinan tabrakan atau manuver jarak dekat, di mana pesawat kedua berhasil mendarat dengan selamat. Hingga saat ini, tidak ada indikasi langsung mengenai korban jiwa, dan operasi penyelamatan terhadap awak kapal masih terus dilakukan.
Kapal Induk Terbakar di Laut Merah
Sementara itu, kapal induk USS Gerald R Ford, yang merupakan kapal induk terbesar di dunia, mengalami kebakaran di perairan Laut Merah pada Kamis (12/3) waktu setempat. Angkatan Laut AS melalui Komando Angkatan Laut Pusat (NAVCENT) dengan cepat menegaskan bahwa kebakaran ini tidak ada kaitannya dengan pertempuran melawan Iran.
Kebakaran tersebut berasal dari ruang laundry utama kapal dan telah berhasil dipadamkan. NAVCENT menyatakan bahwa tidak ada kerusakan pada sistem penggerak kapal, dan kapal induk tetap beroperasi penuh. Sedikitnya dua pelaut AS mengalami luka-luka akibat insiden ini, tetapi mereka sedang mendapatkan perawatan medis untuk cedera yang tidak mengancam nyawa dan dalam kondisi stabil.
Operasi Militer Berlanjut di Timur Tengah
Kapal induk USS Gerald R Ford bersama kelompok tempurnya saat ini terus beroperasi di Laut Merah untuk mendukung Operation Epic Fury. Selain itu, AS juga telah mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln ke kawasan Timur Tengah guna memperkuat operasi militer tersebut. Kedua insiden ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat, namun AS berusaha meredam spekulasi dengan menekankan bahwa faktor internal, bukan serangan eksternal, menjadi penyebabnya.
Pernyataan AS ini muncul sebagai upaya untuk menjaga stabilitas dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut, sambil tetap fokus pada misi militer yang sedang dijalankan. Meskipun demikian, insiden-inisden ini menyoroti risiko operasional yang tinggi di zona konflik seperti Timur Tengah.
