Arab Saudi Berhasil Mencegat Serangan Rudal dan Drone dari Iran
Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara negara tersebut telah berhasil mencegat dan menghancurkan serangan rudal jelajah serta drone yang memasuki wilayahnya pada Rabu (4/3/2026) waktu setempat. Serangan ini terjadi di tengah ketegangan regional yang meningkat pasca serangan koordinasi Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Detail Pencegatan Serangan
Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari Al Arabiya, Kementerian Pertahanan Saudi menyatakan bahwa dua rudal jelajah telah dicegat di Provinsi al-Kharj, wilayah tenggara ibu kota Riyadh. Selain itu, sembilan drone juga berhasil dihancurkan segera setelah memasuki wilayah udara Kerajaan Arab Saudi.
Serangan drone tambahan dilaporkan terjadi pada pagi hari yang sama di Provinsi Timur, yang juga berhasil digagalkan oleh pasukan pertahanan udara Saudi. Ini merupakan bagian dari rentetan serangan yang dilancarkan Iran sebagai balasan atas serangan AS dan Israel sejak akhir pekan.
Respons dan Peringatan dari Arab Saudi
Mayor Jenderal Turki al-Malki, juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi, mengonfirmasi bahwa pada Selasa (3/3) pagi, delapan drone yang menargetkan Riyadh dan Al-Kharj telah dicegat. Meskipun demikian, serangan drone langsung terhadap Kedutaan Besar AS di Riyadh menyebabkan kebakaran terbatas dan kerusakan material kecil.
Pemerintah Arab Saudi, dalam rapat kabinet yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), menegaskan hak penuh negara tersebut untuk mengambil tindakan perlindungan. Pernyataan dari Saudi Press Agency (SPA) menyebutkan bahwa Kerajaan akan merespons agresi Iran yang dinilai sebagai serangan terang-terangan dan pengecut.
Latar Belakang Ketegangan Regional
Serangan rudal dan drone ini terjadi saat Iran menargetkan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Konflik ini memperburuk hubungan antara Arab Saudi dan Iran, dengan Saudi mengancam akan membalas serangan lebih lanjut untuk melindungi keamanan dan integritas wilayahnya.
Insiden ini menyoroti meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, di mana Arab Saudi terus memperkuat pertahanan udaranya menghadapi ancaman dari Iran dan sekutunya.
