Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengancam akan melanjutkan operasi militer terhadap Iran dengan kekuatan yang jauh lebih besar. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa waktu terakhir.
Ancaman Serangan Ketiga
Dalam pidato pada seremoni militer Kamis (9/7/2026), Katz menyatakan militer Israel siap dan siaga untuk merebut kembali keunggulan udara dan melancarkan serangan lagi di Iran. "Jika kita harus kembali bertindak, kita akan melakukannya dengan kekuatan yang jauh lebih besar," tegas Katz seperti dilansir AFP, Jumat (10/7/2026).
Katz juga menegaskan bahwa serangan dapat dilakukan untuk ketiga kalinya jika diperlukan, demi menghilangkan ancaman dari Iran. Pernyataan ini muncul saat pertempuran kembali terjadi antara AS dan Iran, memicu kekhawatiran akan perang skala penuh setelah gencatan senjata sejak April dan kesepakatan awal Washington-Teheran untuk mengakhiri permusuhan.
Pernyataan Netanyahu
Dalam seremoni yang sama, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Iran telah melemah akibat dua operasi militer Israel sebelumnya. "Poros Iran kini lebih lemah dari sebelumnya, sementara Israel lebih kuat dari sebelumnya," klaim Netanyahu. Namun, ia mengakui konflik belum berakhir. "Kita telah membuktikan bahwa jangkauan luas Angkatan Udara Israel dapat mencapai mana pun, mulai dari Yaman hingga Iran. Namun, kita juga harus mengakui bahwa operasi ini belum usai," kata Netanyahu.
Kronologi Serangan Terbaru
Perang terbaru dimulai pada 28 Februari lalu, ketika AS dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Iran. Serangan itu menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat tinggi Teheran lainnya. Ini merupakan operasi militer kedua Israel terhadap Iran, setelah perang selama 12 hari pada Juni 2025.



