67 Tentara Kuwait Terluka dalam Serangan Balasan Iran, Korban Tertinggi di Teluk
67 Tentara Kuwait Terluka dalam Serangan Balasan Iran

67 Tentara Kuwait Terluka dalam Serangan Pembalasan Iran, Korban Tertinggi di Kawasan Teluk

Jakarta - Kementerian Pertahanan Kuwait mengonfirmasi bahwa 67 personel militernya telah mengalami luka-luka sejak dimulainya serangan pembalasan Iran atas konflik dengan Amerika Serikat. Angka ini mencatatkan jumlah korban terluka tertinggi di antara negara-negara Teluk sejauh ini.

Pernyataan Resmi dari Kuwait

Kol. Saud Al-Atwan, juru bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, menyatakan melalui kantor berita AFP pada Jumat (6/3/2026), "Enam puluh tujuh personel militer Kuwait telah terluka sejak awal serangan." Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai lokasi atau kondisi spesifik dari para tentara yang terluka tersebut.

Selain itu, Kuwait juga melaporkan bahwa mereka telah berhasil mengidentifikasi dan "menangani" 212 rudal balistik serta 394 drone sejak Sabtu (28/2) lalu, sebagai bagian dari upaya pertahanan negara.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Korban Tewas dan Dampak di Kawasan

Kuwait tidak hanya mencatat korban terluka tertinggi, tetapi juga memiliki jumlah korban tewas tertinggi di kawasan Teluk. Dari total 13 korban tewas di wilayah tersebut, delapan di antaranya terjadi di Kuwait, termasuk:

  • Empat anggota militer Amerika Serikat
  • Dua personel militer Kuwait
  • Dua warga sipil

Sementara itu, Washington mengumumkan bahwa total enam anggota militernya telah tewas dalam konflik ini.

Kehadiran Militer AS di Kuwait

Amerika Serikat telah mempertahankan kehadiran militer yang signifikan di Kuwait sejak tahun 1990, ketika Washington membantu negara Teluk tersebut setelah invasi Irak. Beberapa fasilitas militer AS di Kuwait meliputi:

  1. Camp Arifjan: Berfungsi sebagai markas besar terdepan untuk unit Angkatan Darat AS dari Komando Pusat Timur Tengah (CENTCOM), serta menyimpan persediaan peralatan dan perlengkapan militer.
  2. Pangkalan Udara Ali al-Salem: Menampung Sayap Ekspedisi Udara ke-386, yang dijelaskan sebagai "pusat pengangkutan udara utama dan gerbang untuk mengirimkan kekuatan tempur" ke pasukan gabungan dan koalisi di wilayah tersebut.
  3. Drone MQ-9 Reaper: Beberapa unit drone ini berbasis di Kuwait, memperkuat kemampuan pengawasan dan serangan.

Kehadiran ini mencerminkan hubungan strategis yang erat antara Kuwait dan Amerika Serikat dalam menjaga stabilitas kawasan, meskipun kini menghadapi tantangan serius akibat eskalasi konflik dengan Iran.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga