Wamendagri: IKAPTK Harus Jadi Kekuatan Moral Birokrasi dan Penopang Ketahanan Nasional
Wamendagri: IKAPTK Jadi Kekuatan Moral Birokrasi

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menyatakan harapannya agar Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) dapat berperan sebagai kekuatan moral birokrasi sekaligus penopang ketahanan nasional di tengah dinamika global. Pernyataan ini disampaikan dalam sambutannya pada Kongres Nasional Luar Biasa (Konaslub) IKAPTK Tahun 2026 yang digelar di Balairung Rudini, Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (27/6/2026).

Pentingnya Soliditas Alumni Kepamongprajaan

Menurut Wiyagus, soliditas alumni kepamongprajaan merupakan modal penting untuk menjaga stabilitas pemerintahan dan memperkuat koordinasi dari pusat hingga daerah. Ia menekankan bahwa meningkatnya rivalitas geopolitik, gangguan rantai pasok, dan ketidakpastian global menuntut Indonesia memiliki tata kelola pemerintahan yang semakin kuat. "Kekuatan sejati sebuah bangsa tidak semata-mata ditentukan oleh kebijakan luar negerinya, melainkan oleh kokohnya tata kelola pemerintahan dalam negerinya," ujar Wiyagus dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/6/2026).

Wiyagus menilai IKAPTK bukan sekadar organisasi alumni, melainkan jaringan strategis yang menghimpun alumni kepamongprajaan di berbagai tingkatan pemerintahan. Kekuatan tersebut, menurutnya, hanya akan bermakna apabila dibangun di atas solidaritas dan integritas. Ia juga mengingatkan seluruh alumni agar senantiasa menjaga profesionalisme, netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), dan integritas dalam menjalankan tugas.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tiga Pesan Mendagri untuk IKAPTK

Dalam kesempatan itu, Wiyagus menyampaikan tiga pesan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian kepada peserta Konaslub. Pertama, menjaga persatuan organisasi meski berbeda pilihan dalam pemilihan ketua umum. "Berbeda pilihan boleh tetapi persaudaraan jangan sampai retak," pesan Wiyagus. Kedua, program kerja IKAPTK harus mampu menjawab kebutuhan zaman melalui penguatan kompetensi dan kontribusi nyata bagi penyelenggaraan pemerintahan daerah. Ketiga, alumni kepamongprajaan harus menjadi teladan dalam loyalitas kepada negara, memberikan pelayanan publik, menjaga persatuan, serta menjunjung tinggi integritas.

Momentum Memperkuat Persatuan dan Komitmen

Wiyagus menegaskan bahwa Konaslub IKAPTK Tahun 2026 harus dijadikan momentum untuk memperkuat persatuan, memperbaharui komitmen pengabdian, meningkatkan kompetensi, dan menyiapkan alumni kepamongprajaan agar mampu bersaing dalam perubahan global. "Marilah kita jadikan Konaslub IKAPTK Tahun 2026 ini sebagai momentum memperkuat persatuan, kemudian juga memperbaharui komitmen pengabdian, meningkatkan kompetensi, dan menyiapkan alumni kepamongprajaan agar mampu bersaing dalam perubahan global," kata Wiyagus.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Tomsi Tohir, Rektor IPDN Halilul Khairi, Pelaksana Tugas (Plt) Ketum Dewan Pengurus Nasional IKAPTK Azharisman Rozie, serta pejabat terkait lainnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga