Trump Bagikan Video Sketsa Komedi yang Ejek PM Inggris Keir Starmer
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah membagikan sebuah video di platform media sosial Truth Social miliknya. Video yang di-repost tersebut menampilkan sebuah sketsa komedi televisi yang menggambarkan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dalam keadaan ketakutan dan berusaha menghindari panggilan telepon dari pemimpin AS tersebut.
Isi Sketsa Komedi yang Ditayangkan di Televisi Inggris
Dilansir dari AFP pada Senin (23/3/2026), sketsa komedi ini pertama kali ditayangkan di televisi Inggris dalam acara Saturday Night Live, yang diadaptasi dari acara AS yang telah lama tayang. Dalam sketsa tersebut, Starmer diperankan oleh George Fouracres dan digambarkan sedang panik di dalam 10 Downing Street karena prospek menerima panggilan telepon dari Trump.
Dalam adegan tersebut, Starmer menoleh kepada David Lammy palsu, yang berperan sebagai wakil perdana menterinya, dan berkata dengan nada cemas, "Bagaimana jika Donald membentak saya?" Ketika Trump akhirnya mengangkat telepon, Starmer segera menutup panggilan tersebut dan bertanya mengapa begitu sulit untuk berbicara dengan "Presiden yang menakutkan, menakutkan, dan luar biasa itu".
Dialog dalam Sketsa yang Menyentuh Isu Selat Hormuz
Dalam percakapan selanjutnya, Lammy memberikan saran kepada Starmer dengan mengatakan, "Tuan, jujurlah saja dan katakan padanya bahwa kita tidak dapat mengirim kapal lagi ke Selat Hormuz." Selat Hormuz adalah jalur pelayaran vital yang secara efektif telah diblokir oleh Iran sejak serangan AS-Israel yang memicu perang di Timur Tengah.
Starmer kemudian membalas dengan kalimat yang menunjukkan keraguannya, "Aku hanya ingin membuatnya senang, Lammy. Kau tidak memahaminya seperti aku—aku bisa mengubahnya." Dialog ini mencerminkan ketegangan dalam hubungan diplomatik antara AS dan Inggris terkait isu Timur Tengah.
Trump Tidak Berikan Komentar, Tapi Sering Mengecam Starmer
Trump tidak memberikan komentar apa pun yang menyertai video tersebut di Truth Social. Namun, pemimpin AS ini telah berulang kali mengecam Keir Starmer sejak awal perang di Timur Tengah, menuduhnya tidak berbuat cukup untuk mendukung Amerika Serikat.
Pada awal bulan ini, Trump menyatakan, "Ini bukan Winston Churchill yang kita hadapi," setelah Starmer awalnya menolak mengizinkan pesawat tempur AS menggunakan pangkalan di Inggris untuk menyerang Iran. Trump juga menambahkan, "Aku kecewa dengan Keir," sambil mengecam apa yang disebutnya sebagai "kesalahan besar" dari Perdana Menteri Inggris tersebut.
Meskipun demikian, Trump juga mengakui, "Aku menyukainya, kupikir dia orang yang baik, tapi aku kecewa." Pernyataan ini menunjukkan hubungan yang kompleks dan penuh ketegangan antara kedua pemimpin negara sekutu ini.
Video sketsa komedi yang dibagikan oleh Trump ini menjadi sorotan publik dan media, mengingat konteks hubungan AS-Inggris yang sedang diwarnai oleh perbedaan pendapat terkait kebijakan Timur Tengah. Insiden ini memperlihatkan bagaimana media sosial digunakan oleh pemimpin dunia untuk menyampaikan pesan politik secara tidak langsung, sambil menambah dinamika dalam diplomasi internasional.



