Sejarah Tercipta: Tanda Tangan Trump Akan Hiasi Uang Kertas Dolar AS
Tanda Tangan Trump di Uang Dolar AS, Pertama dalam Sejarah

Momen Bersejarah: Tanda Tangan Trump di Uang Dolar AS

Dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Amerika Serikat, tanda tangan Presiden Donald Trump akan segera menghiasi uang kertas dolar negara tersebut. Kebijakan ini diumumkan oleh Departemen Keuangan AS pada Jumat, 27 Maret 2026, dan direncanakan mulai berlaku pada musim panas tahun ini, tepatnya pada bulan Juni mendatang.

Latar Belakang dan Tujuan Kebijakan

Kebijakan desain ulang uang kertas ini, seperti dilaporkan oleh Reuters, bertujuan untuk menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat yang jatuh pada tanggal 4 Juli 2026. Desain baru ini akan menjadi perubahan signifikan pertama dalam 165 tahun terakhir, di mana tanda tangan Bendahara AS akan dihapus dari uang kertas, digantikan oleh tanda tangan Presiden Trump dan Menteri Keuangan Scott Bessent.

Bendahara AS, yang merupakan pejabat di bawah Menteri Keuangan, secara tradisional bertanggung jawab mengawasi Biro Engraver dan Percetakan serta US Mint. Namun, dengan perubahan ini, Lynn Malerba akan menjadi bendahara terakhir yang tanda tangannya muncul pada mata uang AS sejak tahun 1861.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Proses Penerbitan dan Sirkulasi

Uang kertas pecahan US$ 100 dengan tanda tangan Trump dan Bessent akan dicetak pertama kali pada Juni 2026, diikuti oleh pecahan lainnya dalam bulan-bulan berikutnya. Diperkirakan butuh beberapa minggu bagi uang kertas desain baru ini untuk beredar secara luas di bank-bank di seluruh Amerika Serikat.

Saat ini, Departemen Keuangan masih memproduksi uang kertas dengan tanda tangan Janet Yellen, mantan Menteri Keuangan era Presiden Joe Biden, dan Lynn Malerba. Transisi ini menandai akhir dari sebuah era panjang dalam sejarah percetakan uang Amerika.

Pernyataan dan Dukungan Resmi

Menteri Keuangan Scott Bessent menyatakan bahwa langkah ini sangat tepat untuk merayakan peringatan 250 tahun kemerdekaan AS. Dalam pernyataannya, Bessent menekankan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan stabilitas keuangan selama masa jabatan kedua Presiden Trump.

"Tidak ada cara yang lebih ampuh untuk mengakui pencapaian bersejarah negara kita yang hebat dan Presiden Donald J Trump selain uang kertas dolar AS yang memuat namanya," kata Bessent. "Sudah sepatutnya mata uang bersejarah ini diterbitkan pada peringatan 250 tahun kemerdekaan kita."

Aspek Hukum dan Desain

Undang-undang yang mengatur percetakan uang kertas oleh Federal Reserve memberikan wewenang luas kepada Departemen Keuangan untuk mengubah desain, terutama untuk mencegah pemalsuan. Namun, hukum tersebut juga mengharuskan pertahannya elemen-elemen tertentu, termasuk frasa "In God We Trust", dan hanya mengizinkan potret individu yang telah meninggal dunia.

Menurut pejabat Departemen Keuangan, desain keseluruhan uang kertas dolar AS versi baru tidak akan mengalami perubahan drastis. Satu-satunya modifikasi signifikan adalah penggantian tanda tangan Bendahara AS dengan tanda tangan Presiden Trump, sementara elemen lainnya tetap dipertahankan sesuai ketentuan hukum.

Implikasi dan Signifikansi Historis

Kebijakan ini menciptakan preseden baru dalam sejarah numismatik Amerika. Untuk pertama kalinya, seorang presiden yang masih aktif menjabat akan memiliki tanda tangannya tercetak pada mata uang resmi negara. Hal ini tidak hanya mencerminkan pengakuan terhadap kepemimpinan Trump, tetapi juga menjadi simbol perayaan kemerdekaan Amerika Serikat yang ke-250.

Perubahan ini diharapkan dapat memperkuat identitas nasional dan menjadi bagian dari warisan sejarah yang akan dikenang oleh generasi mendatang. Dengan demikian, uang kertas dolar AS tidak hanya berfungsi sebagai alat tukar, tetapi juga sebagai dokumen bersejarah yang merefleksikan momen penting dalam perjalanan bangsa Amerika.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga