Seskab Teddy Tegaskan Program MBG Tak Kurangi Anggaran Pendidikan
Seskab: MBG Tak Kurangi Anggaran Pendidikan

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya memberikan klarifikasi tegas mengenai sumber pendanaan program makan bergizi gratis (MBG). Dia menegaskan bahwa program ini sama sekali tidak menggerus atau mengurangi anggaran maupun program pendidikan yang ada, terlebih membuat sekolah menjadi terbengkalai.

Klarifikasi atas Narasi Keliru

"Kemarin ada pihak, sedikit pihak yang menyampaikan bahwa program makan bergizi gratis itu mengurangi program dan anggaran pendidikan sehingga sekolah terbengkalai, kemudian guru-guru tidak diperhatikan. Jadi, saya mau jawab itu narasi yang keliru," kata Teddy kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Dia menjelaskan bahwa pemerintah dan DPR RI telah menyepakati alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari total APBN 2026, yang mencapai Rp769,1 triliun. Penganggaran dana pendidikan maupun MBG telah disepakati oleh Badan Anggaran DPR RI.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Anggaran Pendidikan Tetap 20 Persen APBN

"Di tahun ini Rp769,1 triliun itu 20 persen dan itu anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan itu apa? Banyak isinya, peruntukannya. Dan isinya, peruntukannya itu sudah disepakati bersama tahun lalu oleh Pemerintah, DPR, dan Badan Anggaran DPR. Yang mana Ketua Banggarnya juga (Politisi) PDIP," jelasnya.

Teddy menambahkan, "Apakah program makan bergizi ini mengurangi program pendidikan? Saya jawab, tidak." Dia menuturkan bahwa program MBG justru bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Program Pendidikan Tetap Berjalan dan Ditambah

Teddy memastikan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak menghentikan program-program strategis pendidikan yang sudah ada sebelumnya. "Faktanya, tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang tidak berjalan sekarang. Tidak ada program dari periode sebelumnya yang dihentikan. Semuanya berjalan," tuturnya.

Dia menyampaikan bahwa pemerintah Prabowo justru menambah program pendidikan untuk kesejahteraan masyarakat. Contohnya adalah program Sekolah Rakyat untuk anak-anak tak mampu.

Contoh Program Tambahan

  • Kartu Indonesia Pintar dan Program Indonesia Pintar tetap berjalan.
  • Sekolah Rakyat untuk anak-anak yang tidak bisa sekolah, putus sekolah, atau tidak pernah sekolah, dengan fasilitas penginapan, pendidikan, makan bergizi, dan jaminan kesehatan.
  • Renovasi dan perbaikan sekolah-sekolah rusak, dengan total 16.000 sekolah yang direnovasi pada tahun 2025 menggunakan anggaran sekitar Rp17 triliun.
  • Pengiriman 280.000 TV digital ke sekolah-sekolah selama tahun 2025.
  • Program Sekolah Garuda, sekolah terintegratasi, dan pembangunan kampung baru.

"Jadi, saya mau sampaikan, tidak ada program yang tidak dilanjutkan. Semua program berjalan dan bahkan ditambah," ucap Teddy.

Kesejahteraan Guru Ditingkatkan

Terkait kesejahteraan guru, Teddy mengatakan pemerintah pusat telah memberikan insentif tambahan sebesar Rp400.000 di luar gaji untuk guru honorer di daerah. Tunjangan guru non ASN juga naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta.

"Yang paling dirasakan oleh guru-guru adalah jadi dulu pemberian tunjangan honor itu melalui transfer ke daerah. Dari daerah yang beri. Dan itu 3 bulan sekali baru dapat. Nah, tahun lalu Presiden memberi instruksi agar setiap bulan itu langsung diberikan langsung ke gurunya. Dan sudah berjalan," pungkasnya.

Dia menegaskan, "Tidak ada program pendidikan yang diburangi, atau tidak berjalan. Seluruhnya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah. Dan lebih detail, lebih fokus kepada siswanya, sekolahnya, dan juga gurunya."

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga