Jakarta – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akhirnya angkat bicara mengenai posisi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang hingga kini belum diumumkan secara resmi dalam struktur kepengurusan partai. Wakil Ketua Umum DPP PSI, Isyana Bagoes Oka, menyatakan bahwa pengumuman tersebut masih menunggu kesiapan seluruh aspek yang diperlukan.
Posisi Jokowi di PSI Masih Ditunggu
Isyana menjelaskan bahwa pihaknya belum bisa memastikan kapan Jokowi akan diumumkan sebagai Ketua Dewan Pembina PSI, sebagaimana kabar yang beredar belakangan ini. “Kita tunggu saja siapnya,” ujar Isyana saat ditemui usai agenda santunan anak yatim dan dhuafa di DPP PSI, Jakarta Pusat, Selasa (16/6) petang.
Isyana juga menanggapi kunjungan Jokowi ke sejumlah daerah yang disebut-sebut sebagai safari politik menjelang pengumuman resmi di PSI. Menurutnya, kunjungan tersebut bukanlah safari politik, melainkan sekadar memenuhi undangan dari berbagai pihak.
Kunjungan Jokowi Bukan Safari Politik
“Sebenarnya ini bukan safari politik. Ini lebih ke arah bagaimana Pak Jokowi memenuhi undangan dari masyarakat, termasuk juga kegiatan di PSI,” terang Isyana. Ia menambahkan bahwa kondisi kesehatan Jokowi yang sudah membaik menjadi alasan ia mulai aktif kembali menghadiri undangan.
Isyana menegaskan bahwa agenda yang dihadiri Jokowi merupakan bagian dari undangan masyarakat dan berbagai kelompok. “Ini adalah undangan dari masyarakat, dan Pak Jokowi saat ini kondisinya sudah sehat sehingga bisa memenuhi undangan dari seluruh masyarakat,” tuturnya.
PSI Fokus pada Verifikasi Partai
Saat ini, PSI tengah fokus mengurus perlengkapan internal partai, termasuk administrasi dan pembentukan struktur kepengurusan. “Saat ini PSI fokus membentuk struktur, karena aturan yang ada mengharuskan kami mengikuti verifikasi faktual dan administrasi. Itu yang menjadi prioritas,” kata Isyana.
Dengan demikian, pengumuman posisi Jokowi di PSI masih menunggu rampungnya proses internal partai. Publik pun masih menanti kepastian peran mantan presiden tersebut di partai berlambang bunga mawar itu.



