Prabowo: Kini Natuna Tak Sering Ribut Berkat Kebijakan Bertetangga Baik
Prabowo: Natuna Tak Sering Ribut Berkat Kebijakan Bertetangga Baik

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa saat ini ketegangan di Laut Natuna Utara sudah jarang terjadi. Hal itu berkat kebijakan luar negeri "bertetangga baik" yang diterapkannya sejak menjabat sebagai kepala negara. Kebijakan tersebut merupakan implementasi dari politik luar negeri bebas aktif yang berlandaskan pada Undang-Undang Dasar 1945.

Penerapan Politik Bebas Aktif

Dalam pernyataannya di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5), Prabowo menegaskan bahwa Indonesia menganut politik bebas aktif dan nonblok. Ia ingin Indonesia menjadi tetangga yang baik bagi semua negara. "Saya canangkan begitu saya jadi Presiden, politik luar negeri Indonesia adalah politik bebas aktif, nonblok, dan Indonesia ingin menjadi tetangga yang baik," ujar Prabowo.

Perbaikan Hubungan dengan Negara Tetangga

Prabowo menyebut sejumlah perbaikan hubungan bilateral yang telah dicapai. "Saya perbaiki hubungan sama Singapura, perjanjian-perjanjian yang belasan tahun tidak diselesaikan, kita selesaikan. Dengan Vietnam kita selesaikan. Sama Tiongkok, kita perbaiki. Alhamdulillah, sekarang di Natuna tidak sering terjadi ribut. Sama Malaysia, saya berusaha. Insyaallah kita selesaikan dengan baik, sama PNG kita baik, sama Australia kita baik, semua tetangga, sama Thailand kita baik," paparnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Belajar dari Para Pendiri Bangsa

Prabowo menjelaskan bahwa kebijakan luar negerinya terinspirasi dari pemikiran tokoh-tokoh pendiri bangsa, seperti Sukarno, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir. "Saya yang banyak belajar dari ajaran-ajarannya Bung Karno. Bung Karno bukan hanya milik satu partai, tetapi milik seluruh bangsa Indonesia," tegasnya. Ia menambahkan, "Kita ambil kekuatan dari semua pihak. Itu dahsyat Indonesia. Makanya, banyak kawasan sering perang. Indonesia, bebas aktif, 1.000 kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Kita hormati semua."

Perlakuan Setara terhadap Semua Negara

Presiden juga mencontohkan bagaimana Indonesia memperlakukan negara mitra tanpa membedakan besar kecilnya negara tersebut. Ia menceritakan saat menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Fiji di Istana Merdeka. "Di depan wartawan, dia keluar air mata. (PM Fiji menyatakan): Yang Mulia, saya selama jadi Perdana Menteri di Fiji, saya belum pernah menerima penerimaan seperti ini. Saya sangat terharu. Kenapa? Karena negara saya sangat kecil. Negara dia hanya satu juta orang, tetapi kita perlakukan sama dengan negara yang besar. Itulah Indonesia," tutur Prabowo.

Melalui kebijakan bertetangga baik, Prabowo optimis Indonesia dapat terus menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat persahabatan dengan semua negara.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga