Presiden Prabowo Subianto akhirnya angkat bicara mengenai kritikan yang menyebut dirinya terlalu sering melakukan kunjungan ke luar negeri. Dalam pernyataannya, ia menyinggung nama Presiden ketujuh RI, Joko Widodo atau Jokowi, yang juga pernah mendapat kritik serupa namun dengan alasan sebaliknya.
Prabowo Bela Kunjungan Luar Negeri
Dalam pidatonya di hadapan peserta Musyawarah Nasional ke-XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Hotel Novotel, Lampung, Rabu (10/6/2026), Prabowo membandingkan kritik yang diterimanya dengan kritik yang dulu dialamatkan kepada Jokowi. Ia mengaku heran karena dirinya dikritik sering ke luar negeri, sementara Jokowi dulu dikritik karena jarang bepergian ke luar negeri.
"Jadi, ada Presiden kayak Pak Jokowi yang jarang ke luar negeri, disalahkan ya kan 'Jokowi enggak pernah ke luar negeri. Jokowi tidak peduli politik luar negeri'. Saya sering ke luar negeri, 'Prabowo sering ke luar negeri'. Aneh, sebenarnya tidak ada masalah gitu, bener enggak," ujar Prabowo.
Menurutnya, dinamika geopolitik global saat ini sedang kacau sehingga pemimpin negara harus pandai membaca situasi dan menentukan siapa lawan dan kawan. Ia pun menegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia tetap menganut prinsip non-blok.
Program Cek Kesehatan Gratis Capai 42 Juta Peserta
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan isi pertemuan empat mata antara Presiden Prabowo dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Selasa (9/6/2026) di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Budi melaporkan perkembangan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau quick win yang telah dirasakan masyarakat.
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai salah satu PHTC telah menjangkau lebih dari 70 juta penduduk pada tahun 2025. Hingga tahun 2026, program ini telah melayani lebih dari 42,3 juta peserta di 38 provinsi di seluruh Indonesia.
"Tidak hanya berhenti pada deteksi dini, program CKG mulai tahun ini memprioritaskan upaya pengobatan dan penyembuhan oleh petugas Puskesmas dengan pemberian obat dan monitoring secara gratis kepada masyarakat yang mengalami hipertensi dan diabetes," kata Teddy, Rabu (10/6/2026).
Tabung Oksigen Meledak di Cilincing, Rumah Warga Rusak
Insiden mengejutkan terjadi di tempat pengisian oksigen di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (10/6/2026). Sebuah tabung oksigen berukuran enam meter tiba-tiba melesat dan menghantam rumah sekaligus warung kelontong milik warga yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi pengisian.
Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat warga melakukan pengisian satu tabung oksigen. Saat proses berlangsung, tabung tersebut tiba-tiba terpental ke udara disertai suara ledakan keras. Akibatnya, atap bangunan tempat pengisian yang terbuat dari asbes mengalami kerusakan. Tabung oksigen yang melayang kemudian jatuh dan menghantam rumah tinggal beserta warung kelontong di Jalan Baru Gang 2 Dalam, Kelurahan Cilincing.
"Penanganan kasus ini dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Cilincing untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya insiden dan memastikan adanya pertanggungjawaban atas kerugian yang dialami warga," kata Bobi.



