Open House Lebaran Digelar di Balai Kota DKI, Warga Berbondong-bondong Hadir
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menggelar acara open house dalam rangka perayaan Lebaran di Balai Kota. Acara yang berlangsung pada Sabtu, 21 Maret 2026 ini menarik perhatian banyak warga yang mulai berdatangan sejak siang hari.
Antrean Mengular di Pendopo Balai Kota
Pantauan di lokasi menunjukkan, sekitar pukul 13.30 WIB, warga sudah mulai memadati area Balai Kota. Antrean tampak mengular di depan pendopo, dengan peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari ibu-ibu, tukang ojek online, hingga petugas PPSU. Mereka semua berharap dapat bersalaman langsung dengan Gubernur Jakarta, Pramono Anung.
Beberapa warga bahkan datang bersama keluarga dan kerabat, menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Acara ini menjadi momen spesial bagi masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan pemimpin daerah di tengah suasana Lebaran.
Djarot Saiful Hidayat Bernostalgia ke Ruang Wakil Gubernur
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, turut hadir dalam open house ini. Ia mengaku bernostalgia saat berkunjung ke Balai Kota, terutama melihat ruangan yang dulu pernah ia tempati selama menjabat. Kini, ruangan tersebut telah diisi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.
"Saya nostalgia sebentar ke ruangan Wakil Gubernur. Sekarang ditempati Pak Wagub. Banyak perubahan, dan memang harus diubah," ujar Djarot. Ia menilai Rano Karno sebagai sosok yang mencintai budaya, terlihat dari dekorasi ruangan yang dipenuhi ornamen khas Betawi, seperti lukisan-lukisan etnik.
Djarot juga menyoroti keunikan acara ini, karena menurutnya, ini merupakan pertama kalinya open house Lebaran digelar di Balai Kota, bukan di rumah pribadi kepala daerah. "Baru kali ini Lebaran open house di Balai Kota. Sebelumnya kan di rumah," katanya.
Warga Sampaikan Aspirasi kepada Gubernur
Salah satu warga, Karin (42), mengungkapkan bahwa ia sengaja datang ke Balai Kota untuk bertemu dengan Pramono Anung. Ia bersama anaknya tampak sumringah saat mengantre, dengan harapan dapat menyampaikan keluhan terkait fasilitas publik.
Karin berencana menyampaikan uneg-unegnya soal beberapa halte TransJakarta yang dianggap kurang ramah disabilitas. "Seperti di halte Kayu Putih, itu jalan haltenya sudah rusak. Kurang ramah untuk disabilitas. Kalau bisa sih mau menyampaikan itu ke Pak Gub," imbuhnya. Hal ini menunjukkan bahwa open house tidak hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga menjadi sarana bagi warga untuk menyuarakan aspirasi langsung kepada pemimpin.
Acara open house Lebaran di Balai Kota DKI Jakarta ini berhasil menciptakan momen silaturahmi yang hangat antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menjadi wadah dialog untuk perbaikan kota ke depan.



