Mendagri Tito Karnavian Jelaskan Alasan Absen 5 Kali Rapat Komisi II DPR
Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, mengungkapkan kekhawatirannya atas ketidakhadiran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam beberapa rapat di DPR. Dalam rapat yang digelar pada Senin (30/3/2026), Rifqinizamy menyatakan bahwa ia kerap menyinggung masalah ini, dan pemberitaan media biasanya menyusul dengan cepat.
"Saya yang paling sering menyinggung ketidakhadiran Pak Mendagri ini, dan setiap kali saya singgung, paling lama 5 menit beberapa media langsung memberitakannya," ujar Rifqinizamy. Ia menegaskan bahwa tujuannya bukan untuk mendeskreditkan, melainkan mengungkapkan kerinduan yang sulit diutarakan kecuali melalui forum resmi.
Alasan Konflik Jadwal dengan Undangan Presiden
Tito Karnavian merespons dengan menjelaskan bahwa ketidakhadirannya sama sekali tidak bermaksud tidak menghormati Komisi II DPR. Ia mengaku bahwa selama ini ia selalu rajin hadir dan tepat waktu, namun beberapa kali absen karena adanya acara genting yang bersamaan.
"Khusus yang tidak berkenan yang mungkin ada gitu, berhubungan saya lima kali memang pernah tidak hadir, sama sekali tidak bermaksud untuk tidak menghormati, tidak menghargai Komisi II DPR ini," kata Tito.
Ia menyebut bahwa undangan rapat dari Komisi II seringkali bersamaan dengan undangan dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam acara presiden, hanya beberapa menteri tertentu yang diundang, termasuk dirinya karena peran Kemendagri yang krusial.
"Misalnya sekolah rakyat waktu di Bekasi, di mana peran Kemendagri sangat penting, dan yang diundang hanya beberapa menteri saja, selain Menteri Dikdasmen karena Kemendagri juga berperan dalam Sekolah Rakyat," sambung Tito.
Tugas sebagai Kasatgas Penanggulangan Bencana
Selain konflik jadwal dengan undangan presiden, Tito juga menyinggung tugasnya sebagai Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) penanggulangan bencana. Ia menjelaskan bahwa sejak ditunjuk untuk posisi ini, ia kerap berada di daerah terdampak bencana, sehingga sulit menghadiri rapat di Jakarta.
"Dari awal 29 November saya sudah diperintah oleh Pak Presiden untuk turun ke lapangan di daerah bencana yang sangat luas di tiga provinsi," ujar Tito. Ia menambahkan bahwa dalam satu minggu, ia bisa menghabiskan 3-4 hari berkeliling Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kondisi ini membuatnya sering menerima undangan rapat melalui pesan WhatsApp dari stafnya hanya dua hari sebelum acara, padahal saat itu ia sedang berada di lokasi terpencil seperti tengah hutan.
Dengan penjelasan ini, Tito berharap dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada anggota Komisi II DPR mengenai alasan di balik ketidakhadirannya, sambil menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan tugas dengan baik meski menghadapi kendala jadwal yang padat.



