Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Sultan Baktiar Najamudin, secara resmi meminta semua pihak untuk menahan diri di tengah peningkatan eskalasi perang yang sedang terjadi. Permintaan ini disampaikan khususnya menjelang perayaan hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah, yang diharapkan menjadi momen perdamaian dan persatuan.
Seruan Menjaga Persatuan Umat Islam
Dalam pernyataannya yang disampaikan kepada wartawan pada Rabu, 18 Maret 2026, Sultan menekankan pentingnya menjaga persatuan umat Islam di Indonesia. "Semua pihak diminta untuk menahan diri demi menjaga persatuan umat Islam menjelang Idul Fitri," ujarnya dengan tegas. Ia menambahkan bahwa hari raya Idul Fitri merupakan simbol kembalinya umat ke fitrah, sehingga harus dihormati sebagai momen suci yang penuh kedamaian.
Keprihatinan atas Stabilitas Regional
Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia sangat prihatin dengan peristiwa perang yang dapat mengganggu stabilitas regional. Sultan menyatakan bahwa rakyat Indonesia merasa terganggu oleh konflik-konflik yang terjadi, dan ia meminta semua pihak yang terlibat untuk segera menghentikan permusuhan. "Kita harus bersama-sama menciptakan lingkungan yang kondusif, terutama di saat-saat penting seperti Idul Fitri," imbuhnya.
Himbauan untuk Tidak Terpengaruh Isu Media Sosial
Sultan juga memberikan peringatan kepada masyarakat Indonesia agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu terkait perang, khususnya yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, yang banyak beredar di media sosial. Ia mengkhawatirkan penyebaran informasi tidak valid, termasuk modifikasi buatan kecerdasan artifisial (AI), yang justru dapat memperburuk situasi. "Informasi palsu hanya akan menambah ketegangan dan membuat keadaan semakin tidak kondusif," tegas Sultan.
Apresiasi terhadap Sikap Negara-Negara Muslim
Dalam kesempatan tersebut, Sultan mengapresiasi sikap negara-negara muslim yang tidak memperkeruh keadaan dengan menghindari serangan balasan. "Saya pribadi mengapresiasi sikap negara-negara muslim yang tidak memperkeruh keadaan dengan tidak melakukan serangan balasan," katanya. Hal ini menunjukkan komitmen untuk menjaga perdamaian di tengah gejolak konflik.
Fokus pada Ibadah Menyambut Idul Fitri
Terakhir, Sultan menghimbau baik kepada masyarakat Indonesia maupun negara-negara muslim lainnya untuk fokus pada ibadah dalam menyambut hari raya Idul Fitri 1447 H. Ia berharap bahwa momen ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat tali persaudaraan dan menghindari hal-hal yang dapat memecah belah. "Mari kita bersama-sama menjadikan Idul Fitri sebagai waktu untuk refleksi dan perdamaian," tutupnya.



