Jubir Anies Tanggapi Tak Diundang Halal Bihalal SBY: Silaturahmi Ajaran Islam
Jubir Anies Tanggapi Tak Diundang Halal Bihalal SBY

Jubir Anies Tanggapi Tak Diundang Halal Bihalal SBY: Silaturahmi Ajaran Islam

Juru bicara Anies Baswedan, Sahrin Hamid, merespons pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Renanda Bachtar mengenai mantan Gubernur DKI Jakarta itu yang tidak termasuk dalam daftar undangan acara halal bihalal Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Menurut Sahrin, kedatangan Anies ke rumah SBY semata-mata mengamalkan ajaran Islam dalam bersilaturahmi.

"Sebagaimana diketahui bahwa di dalam Islam silaturahmi adalah suatu amalan yang sangat dianjurkan," kata Sahrin kepada wartawan pada Kamis, 26 Maret 2026. Ia menegaskan bahwa konteks kehadiran Anies adalah momen Idul Fitri yang menjadi waktu tepat untuk menjalin hubungan baik.

Dukungan dari Sekjen Demokrat

Sahrin juga menyatakan kesepakatannya dengan pernyataan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron, yang menyebut Idul Fitri sebagai momen baik untuk silaturahmi. "Saya kira Kang Hero Sekjen PD telah menyampaikan sebuah respons yang baik. Ini konteksnya adalah silaturahmi di tengah momen Idul Fitri," ucapnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kehadiran Anies dalam acara tersebut terekam dalam video yang ditayangkan di Instagram pribadi politisi Partai Demokrat Merry Riana. Dalam video itu, tampak Anies berinteraksi hangat dengan SBY dan putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tanpa terlihat adanya sekat di antara mereka.

Pembicaraan Umum dan Situasi Terkini

Juru bicara Anies lainnya, Angga Putra Fidrian, mengonfirmasi bahwa pembicaraan dalam pertemuan itu hanya bersifat umum. "Ngobrolin yang umum-umum aja. Situasi puasa dan idul fitri kali ini," kata Angga melalui pesan singkat pada Rabu, 25 Maret 2026.

Angga menambahkan bahwa ketiganya juga membahas update situasi terkini, termasuk perkembangan di Timur Tengah seperti konflik Iran melawan AS-Israel, dampak krisis energi, dan dinamika perpolitikan nasional. "Ya secara umum bahas hal-hal terkini. Cuma memang tidak bisa eksplor mendalam karena situasi yang tidak memungkinkan dalam silaturahmi lebaran," ungkapnya.

Klaim Demokrat: Anies Tak Diundang

Sebelumnya, Wasekjen Partai Demokrat Renanda Bachtar mengaku bahwa panitia acara halal bihalal di Cikeas tidak mengundang Anies Baswedan. "Panitia tidak mengundang (Anies)," kata Renanda saat dikonfirmasi media pada Rabu, 25 Maret 2026.

Renanda menjelaskan bahwa acara silaturahmi itu bukan khusus untuk internal Partai Demokrat, sehingga sejumlah tokoh eksternal seperti Prof Jimly dan Yenny Wahid juga hadir, dengan catatan mereka termasuk dalam daftar tamu undangan. "Tidak khusus internal, tapi eksternal yang hadir ada dalam daftar undangan. Hanya terhadap yang bersangkutan (Anies), setau saya panitia tidak mengundang," ujarnya.

Meski demikian, Renanda memastikan bahwa Anies tetap diperbolehkan masuk dan bergabung dalam acara, serta bersalaman dengan tuan rumah. "Namun layaknya tuan rumah yang baik, siapapun yang datang, kami perlakukan dengan baik," jelas dia. Hal ini menunjukkan sikap terbuka dari pihak SBY dan Demokrat meski ada ketidaksesuaian dalam daftar undangan.

Insiden ini menyoroti dinamika politik pasca-pemilihan presiden 2024, di mana Anies Baswedan sebagai mantan calon presiden tetap aktif dalam kegiatan silaturahmi lintas partai. Kehadirannya di Cikeas, meski tanpa undangan resmi, mengundang berbagai interpretasi dari publik dan analis politik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga