Jenazah Eks Menhan Juwono Sudarsono Disemayamkan di Kemhan hingga Pukul 11.00 WIB
Jenazah Eks Menhan Juwono Disemayamkan di Kemhan

Jenazah Eks Menhan Juwono Sudarsono Disemayamkan di Kemhan hingga Pukul 11.00 WIB

Jenazah mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono telah disemayamkan di Gedung Kementerian Pertahanan (Kemhan) di Jakarta pada Minggu pagi, 29 Maret 2026. Prosesi persemayaman ini berlangsung sejak pukul 08.00 WIB dan direncanakan akan berakhir pada pukul 11.00 WIB, sebelum jenazah dibawa ke tempat pemakaman terakhir.

Prosesi Persemayaman di Ruang Hening

Menurut informasi dari Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, jenazah Juwono Sudarsono tiba di Gedung Kemhan tepat pada pukul 08.00 WIB. Jenazah langsung ditempatkan di Ruang Hening, sebuah ruangan khusus yang digunakan untuk acara-acara kenegaraan dan penghormatan. Rico menegaskan bahwa prosesi ini terbuka bagi tokoh nasional dan masyarakat yang ingin menyampaikan takziah.

"Apabila akan ada tokoh nasional yang akan hadir, takziah dan sebagainya, dipersilakan," ujar Rico dalam wawancara dengan media. Dia juga menjelaskan bahwa setelah persemayaman selesai, akan dilaksanakan prosesi pelepasan jenazah yang dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Rencana Pemakaman di TMP Kalibata

Setelah prosesi pelepasan dari Kemhan pada pukul 11.00 WIB, jenazah Juwono Sudarsono akan diantar ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata di Jakarta Selatan untuk dimakamkan. Juwono Sudarsono, yang mengembuskan napas terakhir pada Sabtu, 28 Maret 2026 pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, merupakan sosok penting dalam sejarah Indonesia.

Dia pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan di bawah kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Selain itu, Juwono juga pernah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada era Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie, serta Menteri Negara Lingkungan Hidup di masa Presiden Soeharto. Sebagai Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia, kontribusinya dalam mempersatukan militer dan sipil di era reformasi sangat dihargai.

Prosesi persemayaman ini menjadi momen penghormatan terakhir bagi seorang tokoh nasional yang telah banyak berjasa bagi bangsa. Masyarakat dan para pejabat diharapkan dapat hadir untuk memberikan penghormatan sebelum jenazah diberangkatkan ke TMP Kalibata.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga