Israel Lancarkan Serangan Baru ke Lebanon, Ledakan Guncang Pinggiran Beirut
Israel Serang Lebanon, Ledakan Guncang Pinggiran Beirut

Israel Lancarkan Serangan Baru ke Lebanon, Ledakan Guncang Pinggiran Beirut

Jakarta - Konflik antara Israel dan Lebanon kembali memanas dengan serangan baru yang dilancarkan oleh Israel ke wilayah tetangga utaranya tersebut. Pada Jumat (27/3/2026), media Lebanon melaporkan serangkaian ledakan terdengar di pagi hari waktu setempat, khususnya di area pinggiran selatan ibu kota Beirut.

Ledakan dan Asap Mengepul di Area Benteng Hizbullah

Menurut laporan dari kantor berita AFP, koresponden mereka mendengar beberapa ledakan yang berasal dari benteng kelompok Hizbullah, yang telah menjadi target berulang serangan Israel sejak perang meletus pada awal Maret. Rekaman video dari AFPTV menunjukkan asap tebal mengepul dari lokasi tersebut pasca-serangan, mengindikasikan dampak yang signifikan.

Israel sebelumnya telah mengeluarkan peringatan evakuasi besar-besaran untuk wilayah tersebut, namun tidak memberikan peringatan khusus sebelum serangan hari ini. Hal ini meningkatkan ketegangan di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Hizbullah Tolak Gencatan Senjata dan Klaim Serangan Balasan

Pemimpin Hizbullah, Qassem, dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya menolak untuk melakukan perundingan gencatan senjata selama Israel terus melanjutkan serangan-serangannya. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas eskalasi militer yang terjadi.

Di sisi lain, Hizbullah mengklaim telah melancarkan puluhan serangan balasan terhadap pasukan Israel. Pada Kamis (26/3/2026), kelompok tersebut mengatakan telah meluncurkan rudal ke lokasi militer di Israel tengah, yang memicu sirene serangan udara berbunyi. Media Israel melaporkan bahwa enam roket Hizbullah yang menuju wilayah tengah berhasil dicegat oleh sistem pertahanan.

Lebih lanjut, Hizbullah mengaku bahwa para pejuangnya telah melakukan lebih dari 80 serangan pada Rabu, mencatatkan jumlah serangan harian terbesar dalam konflik saat ini. Mereka juga menyatakan telah menyerang pasukan Israel di sembilan kota perbatasan, menunjukkan intensitas pertempuran yang tinggi.

Ekspansi Zona Keamanan Israel dan Pendudukan Sejarah

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam sebuah video yang dibagikan oleh kantornya, mengklaim bahwa militer Israel telah 'menciptakan zona keamanan yang nyata' dan sedang memperluasnya dengan mendorong lebih dalam ke wilayah Lebanon. Netanyahu menegaskan bahwa tujuan dari aksi ini adalah untuk mencegah invasi darat ke Israel dan serangan rudal dari pihak lawan.

Israel memiliki sejarah panjang dalam konflik dengan Lebanon, termasuk menduduki wilayah selatan Lebanon selama sekitar dua dekade hingga tahun 2000. Dalam perkembangan terbaru, Israel juga dilaporkan mengirim pasukan darat untuk menguasai jalur hingga Sungai Litani, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari perbatasan, memperdalam keterlibatan militer di daerah tersebut.

Dengan situasi yang terus memanas, kekhawatiran akan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur semakin meningkat. Data sebelumnya menunjukkan bahwa serangan Israel telah menyebabkan lebih dari 1.116 orang tewas di Lebanon, menambah urgensi untuk resolusi damai.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga