Iran Tangkap Lebih dari 500 Orang Diduga Mata-mata Usai Serangan AS-Israel
Iran telah menangkap sedikitnya 500 orang atas tuduhan spionase atau memata-matai, menyusul dimulainya serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap negara tersebut. Penangkapan massal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya keamanan nasional yang intensif pasca konflik militer.
Pernyataan Resmi Kepala Kepolisian Iran
Menurut Kepala Kepolisian Iran, Brigadir Jenderal Ahmadreza Radan, para tersangka ditahan karena diduga melakukan aktivitas mata-mata untuk pihak yang disebut sebagai musuh. Radan menegaskan bahwa operasi ini bertujuan untuk melindungi kedaulatan dan keamanan negara dari ancaman eksternal.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari Anadolu Agency pada Senin, 16 Maret 2026, Radan juga mengungkapkan bahwa sebagian dari mereka dituduh bekerja sama dengan media yang dianggap bermusuhan oleh pemerintah Iran. Media-media tersebut dianggap menyebarkan informasi yang dapat merusak stabilitas dan citra negara.
Keterlibatan Media Asing dalam Kasus Spionase
Laporan dari kantor berita semi-resmi Tasnim memberikan detail lebih lanjut, menyebutkan bahwa sekitar 250 orang di antara para tersangka diduga memberikan informasi intelijen kepada Iran International TV, sebuah saluran televisi yang berbasis di London. Saluran ini sering dikritik oleh pemerintah Iran karena dianggap menyiarkan konten yang bias dan mendukung kepentingan asing.
Operasi penangkapan ini mencerminkan kekhawatiran Iran terhadap pengaruh media asing dan upaya intelijen dari negara-negara musuh, terutama dalam konteks ketegangan regional yang meningkat. Pemerintah Iran menegaskan bahwa tindakan ini diperlukan untuk mencegah kebocoran informasi sensitif dan menjaga keamanan nasional di tengah situasi geopolitik yang rumit.
