Ibas Tinjau Bantuan Listrik di Pelosok Trenggalek, Tegaskan Hak Warga Negara
Ibas Tinjau Bantuan Listrik di Trenggalek

Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, yang akrab disapa Ibas, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian reses Ibas di Daerah Pemilihan VII Jawa Timur.

Akses Jalan Sulit, Ibas Gunakan Sepeda Motor

Dalam perjalanan menuju Desa Salamwates, akses jalan yang sempit, berbatu, dan licin membuat kendaraan dinas tidak bisa melanjutkan perjalanan. Ibas pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor milik warga untuk mencapai permukiman di pelosok desa.

Selama kunjungan, ia meninjau kondisi akses wilayah dan layanan dasar masyarakat, termasuk kebutuhan listrik rumah tangga warga. Ia juga meninjau langsung bantuan pasang baru listrik bagi warga. Salah satu rumah yang dikunjungi adalah milik Sukarni, seorang penerima Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Rumah sederhana itu kini mulai diterangi cahaya listrik, membawa harapan baru bagi kehidupan sehari-hari keluarga mereka.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tiga Titik Lampu dan Satu Stop Kontak

Ibas masuk ke rumah warga dan melihat langsung tiga titik lampu yang telah menyala serta satu stop kontak yang terpasang melalui bantuan tersebut. Ia juga berdialog dengan keluarga penerima manfaat, mendengarkan cerita hidup mereka, dan memberi semangat agar tetap optimis menjalani kehidupan.

"Sekarang kita banyak bersyukur ya Pak. Tolong dijaga listriknya, dirawat. Ini diberikan bantuan 3 titik lampu di dalam rumah dan 1 stop kontak dengan daya 900 watt. Semoga rumahnya jadi lebih terang, lebih nyaman untuk beraktivitas, dan lebih produktif setiap harinya," ujar Ibas dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026).

Akses Listrik adalah Hak Dasar Masyarakat

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu menegaskan bahwa akses listrik bukan sekadar soal penerangan, melainkan bagian dari hak dasar masyarakat untuk hidup lebih layak. Menurutnya, masyarakat yang tinggal di pelosok sekalipun harus mendapatkan perhatian dan pelayanan yang sama dari negara.

"Kita ingin meskipun berada di daerah terpencil, masyarakat tetap bisa menikmati akses listrik secara menyeluruh. Ini adalah hak warga negara. Negara harus hadir dan kami bersama PLN berkomitmen untuk terus memperjuangkannya," tegas Ibas.

Ia juga mengapresiasi PLN yang dinilainya terus bekerja menghadirkan listrik hingga ke wilayah-wilayah terpencil di Indonesia.

"Terima kasih sekali lagi kepada PLN. Ini perusahaan negara, BUMN yang sama-sama kita banggakan. Tugasnya mengaliri listrik di seluruh tanah air. Ini bagian dari keadilan sosial yang perlu kita jaga supaya listrik makin menyala di mana pun masyarakat berada," lanjutnya.

Melihat Kondisi Rumah yang Memprihatinkan

Namun di balik kebahagiaan melihat lampu mulai menyala di rumah warga, Ibas mengaku tersentuh saat melihat masih banyak rumah yang kondisinya belum layak huni. Fokus peninjauannya bahkan sempat terpecah ketika menyaksikan langsung kondisi rumah-rumah warga yang memprihatinkan.

Ibas kemudian mendorong perangkat desa untuk terus memperbarui dan memberikan data riil masyarakat yang membutuhkan bantuan, baik untuk akses listrik maupun program BSPS atau bedah rumah.

"Masih banyak yang harus terus kita dukung. Mulai dari akses jalan yang perlu diperbaiki, rumah-rumah warga yang belum layak, hingga ketersediaan listrik. Satu per satu harus kita kawal bersama. Saya sedih kalau masih ada masyarakat yang hidupnya belum layak," ungkapnya.

Komitmen Bantuan Renovasi Rumah

Ibas menyampaikan bahwa jika masih terdapat warga dengan kondisi rumah yang memprihatinkan, dirinya siap mendorong agar bantuan renovasi rumah dapat diberikan melalui program pemerintah yang tersedia.

"Kalau ada masyarakat di sini yang rumahnya memang belum layak, insyaallah kita coba bantu renovasinya. Tahun kemarin di Trenggalek kurang lebih ada 200 rumah yang berhasil kita kawal untuk mendapatkan bantuan. Mudah-mudahan itu bisa membawa semangat dan harapan baru bagi masyarakat untuk hidup lebih baik," kata Ibas.

Ia juga memastikan Sukarni telah tercatat dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), sehingga ke depan berpeluang mendapatkan bantuan sosial lainnya sesuai kebutuhan.

"Pak Sukarni tercatat di DTKS ya. Jadi nanti selain bantuan listrik, kalau ada kesulitan hidup lainnya bisa mendapatkan bantuan sosial juga," katanya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Harapan Perluasan Program Bantuan Listrik

Di Desa Salamwates, terdapat tujuh rumah lainnya yang turut menerima bantuan pemasangan listrik. Ibas berharap program seperti ini terus diperluas agar semakin banyak masyarakat merasakan manfaat kehadiran negara.

"Kalau memang masih ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, tolong PLN terus memberikan pelayanan. Negara sudah menganggarkan, jadi PLN punya keleluasaan untuk terus menyamaratakan fasilitas yang bisa dirasakan masyarakat, sembari juga menyiapkan energi terbarukan di masa depan," tutup Ibas.