Ibas Ajak Influencer Daerah Sebarkan Konten Positif dan Edukatif di Ruang Digital
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), secara aktif mengajak para influencer, content creator, dan insan media lokal untuk berperan dalam membangun ekosistem ruang digital yang sehat, edukatif, dan produktif. Ajakan ini disampaikan dalam agenda audiensi bersama influencer daerah pemilihan Jawa Timur VII, yang merupakan bagian dari rangkaian Reses Ramadan Religi bertema Membangun Konten Positif dan Kolaboratif.
Perjuangan Generasi Kini di Ruang Digital
Dalam sambutannya, Ibas menegaskan bahwa perjuangan generasi masa kini tidak lagi terbatas pada ruang formal seperti parlemen atau forum diskusi publik, tetapi juga berlangsung secara aktif di ruang digital. "Hari ini panggung perjuangan tidak hanya ada di parlemen atau mimbar, tetapi juga di media sosial," ujarnya. Ia menambahkan bahwa setiap postingan, video, atau narasi yang dibuat dapat menggerakkan, menginspirasi, bahkan menyatukan masyarakat, namun informasi yang tidak benar juga berpotensi memecah belah bangsa.
Ibas menyoroti bahwa momentum Ramadan menjadi pengingat pentingnya tanggung jawab moral dalam aktivitas digital sehari-hari. "Di bulan Ramadan kita belajar menahan diri, termasuk menahan diri untuk tidak menyebarkan informasi yang menyakitkan, provokatif, atau menyesatkan," jelasnya. Ia menekankan bahwa konten adalah tanggung jawab moral, dan apa yang ditulis hari ini dapat menentukan arah bangsa ke depan.
Dialog Interaktif dengan Kreator Muda
Usai buka puasa bersama, Ibas membuka ruang aspirasi bagi para kreator muda dalam forum dialog interaktif. Farid, seorang content creator asal Ponorogo, mengajukan pertanyaan mengenai cara memberikan kritik atau apresiasi terhadap pembangunan tanpa dianggap melampaui batas atau merasa takut dalam berkarya.
Menanggapi hal ini, Ibas menegaskan bahwa kebebasan berekspresi harus berjalan seiring dengan nilai, etika, dan tanggung jawab publik. "Memang isu yang kontroversial sering menarik perhatian. Tetapi kita harus kembali pada value yang kita pegang. Informasi harus berdasarkan fresh, fact, and right—aktual, berbasis fakta, dan sesuai kebenaran," ujarnya. Ia menekankan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi dan justru dibutuhkan dalam proses pembangunan nasional, asalkan disampaikan dengan etika, data, dan niat yang baik.
Peran Penting Content Creator Lokal
Pertanyaan lain disampaikan oleh Fahrulza, yang menyoroti peran paling penting content creator lokal dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurut Ibas, kekuatan terbesar kreator digital terletak pada kemampuannya memperkenalkan potensi daerah kepada publik yang lebih luas.
"Dampak besar bisa dimulai dari hal sederhana, yaitu menjadi media yang mengekspos potensi daerah. Ketika kalian memperkenalkan wisata, budaya, atau produk lokal, bukan hanya daerah menjadi dikenal, tetapi ekonomi masyarakat juga ikut bergerak," katanya. Ia mendorong kreator untuk fokus pada konten yang membangun dan mengangkat keunikan lokal.
Integritas sebagai Fondasi Utama
Ibas juga mengingatkan bahwa aktivitas di ruang digital meninggalkan rekam jejak jangka panjang, sehingga integritas menjadi fondasi utama seorang kreator. "Hari ini semua yang kita unggah menjadi jejak abadi. Karena itu niat, etika, dan profesionalisme harus selalu dijaga. Bedakan antara menyampaikan pandangan dengan ujaran kebencian," ujarnya.
Lebih lanjut, Ibas kembali menegaskan pentingnya menjadikan prinsip fresh, fact, and right sebagai standar utama produksi konten digital di tengah derasnya arus informasi. "Kita ingin ruang digital Indonesia sehat, bersih dari fitnah, kuat dengan fakta, dan kaya dengan ide serta kreativitas anak bangsa," tambahnya.
Ajakan untuk Kolaborasi dan Kontribusi Nyata
Menutup kegiatan, Ibas mengajak seluruh influencer dan kreator muda untuk menjadikan media sosial sebagai ruang kolaborasi, optimisme, serta kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. "Kita tidak kekurangan talenta dan gagasan. Yang kita butuhkan adalah arah dan nilai yang jelas. Mari jadikan konten positif sebagai sedekah digital, karena setiap pesan baik yang kita sebarkan bisa menjadi amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir bagi bangsa," pungkasnya.
Audensi ini diikuti oleh ratusan kreator digital muda dari berbagai wilayah seperti Ponorogo, Ngawi, Madiun, Magetan, dan sekitarnya, menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam menyebarkan konten positif di era digital.
