Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, membela Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya mendapat kritik karena sering melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Fadli menegaskan bahwa perjalanan dinas yang dilakukan Prabowo sangat efektif dan efisien.
Pembelaan Fadli Zon
“Soal perjalanan dinas yang kemarin juga pernah dipersoalkan, menurut saya perjalanan dinas Pak Prabowo ke luar negeri, saya beberapa kali mendampingi beliau, itu sangat efisien,” ujar Fadli saat berbincang dengan wartawan di Kemenbud, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Fadli kemudian menceritakan pengalamannya saat mendampingi Prabowo ke Qatar. Ia menyebut bahwa Prabowo dan Emir Qatar hanya membutuhkan waktu lima menit untuk mencapai kesepakatan.
“Dengan Emir Qatar, di dalam pembicaraan tidak lebih dari lima menit, Emir Qatar sudah mengatakan Danantara luar biasa, dia memuji sekali Danantara. 'Kita ingin berinvestasi di Indonesia, bagaimana Bapak Presiden kalau kita mulai dengan 4 miliar US dolar dulu, dari kami 2 miliar, dari Danantara 2 miliar.' Itu dalam tidak lebih dari lima menit pembicaraan,” ungkap Fadli.
Diplomasi Presiden vs Menteri
Fadli menjelaskan bahwa diplomasi yang dilakukan Presiden berbeda dengan diplomasi yang dilakukan oleh menteri. “Kalau diplomasi Presiden itu langsung menjadi keputusan. Kalau diplomasi oleh menteri masih harus lapor dulu pada Presiden. Ini yang kadang-kadang dilupakan. Jadi diplomasi oleh Presiden itu sangat penting dan kita beruntung punya Presiden yang sangat jago di dalam diplomasi,” kata Fadli.
“Bertemu dengan Xi Jinping langsung konkret, bertemu dengan Putin langsung konkret, langsung ada decision, jadi bukan omong-omong doang,” lanjutnya.
Menurut Fadli, diplomasi yang dilakukan Prabowo di luar negeri sudah pasti merupakan keputusan negara. Karena itu, ia yakin Prabowo selalu efisien ketika berkunjung ke luar negeri.
“Saya tahu beliau ke luar negeri itu efektif efisien, begitu juga waktu di Belanda efektif efisien, 1-2 hari selesai. Nah, kita ini beruntung mempunyai Presiden seperti beliau yang bisa langsung berbicara straight to the point dan tahu substansi, bukan kertas yang disiapkan oleh staf, baca ini ini gitu,” jelasnya.
Bantahan soal Jalan-jalan
Lebih jauh, Fadli juga membantah anggapan bahwa Prabowo suka jalan-jalan di luar negeri. Ia menegaskan bahwa Prabowo sudah akrab dengan luar negeri sejak masih sekolah.
“Kalau Presiden ke luar negeri mau jalan-jalan? Pak Prabowo dari dulu bukan orang yang baru ke luar negeri. Beliau dari zaman SMP sudah SMP-nya di luar negeri, SMA-nya di Inggris, di Amerika pernah, di Jerman pernah tinggal juga satu tahun waktu kursus militer. Jadi bukan orang yang seperti orang doyan ke luar negeri gitu ya. Sama sekali tidak,” tutup Fadli.



