69 Jenazah Siswi Korban Serangan AS-Israel di Iran Masih Belum Teridentifikasi
Sebanyak 69 jenazah siswi yang menjadi korban serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel di Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Minab, Iran selatan, hingga kini masih belum teridentifikasi. Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan Iran, Hossein Sadeghi, mengungkapkan bahwa dari total 168 siswa yang menjadi korban serangan tersebut pekan lalu, baru 99 yang identitasnya sudah diverifikasi secara penuh dan diumumkan kepada publik.
"Jenazah 69 siswi lainnya belum teridentifikasi," ucap Hossein Sadeghi, sebagaimana dilansir Kantor Berita Iran Tasnim pada Selasa (3/3/2025). Ia menambahkan bahwa serangan ini digambarkan sebagai tindakan yang tidak berperikemanusiaan, menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat Iran.
Proses Identifikasi yang Terhambat
Hossein Sadeghi tidak merinci secara spesifik penyebab mengapa jenazah-jenazah tersebut belum juga bisa diidentifikasi. Namun, situasi ini mengindikasikan tantangan besar dalam proses pemulihan pasca-serangan, yang melibatkan kerusakan infrastruktur dan kondisi jenazah yang mungkin sulit dikenali.
Serangan terhadap sekolah dasar ini telah menimbulkan kecaman internasional, dengan banyak pihak menyoroti dampak kemanusiaan yang parah terhadap anak-anak dan warga sipil. Insiden ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat di kawasan tersebut, memperburuk konflik yang sudah berlangsung lama.
Dampak terhadap Pendidikan dan Masyarakat
Kejadian ini tidak hanya menewaskan puluhan siswa, tetapi juga mengganggu sistem pendidikan di Iran selatan. Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh, yang sebelumnya menjadi tempat belajar bagi ratusan anak, kini menjadi simbol tragedi kemanusiaan.
Pemerintah Iran telah berjanji untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban, termasuk bantuan medis dan psikologis. Namun, proses identifikasi yang lambat ini menambah beban emosional bagi para keluarga yang masih menunggu kabar tentang nasib anak-anak mereka.
Serangan ini juga memicu diskusi global tentang perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata, dengan banyak organisasi kemanusiaan menyerukan investigasi mendalam untuk memastikan akuntabilitas. Sementara itu, masyarakat Iran terus berduka, dengan harapan bahwa jenazah yang belum teridentifikasi dapat segera dikembalikan kepada keluarga mereka.
