Zulhas Bantah Stigma Partai Artis Nasional
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas), menanggapi anggapan bahwa partainya kerap dipelesetkan sebagai 'Partai Artis Nasional'. Ia menegaskan bahwa PAN tidak membeda-bedakan latar belakang kader, termasuk artis, selama mereka memiliki kecintaan terhadap bangsa dan tanah air.
"Ya, Partai PAN itu kadang-kadang dipelesetkan 'Partai Artis Nasional', ya. Nah, kami tidak membeda-bedakan siapa pun yang cinta terhadap bangsa kita, cinta tanah air, bergabung sama kita, apalagi artis," kata Zulhas kepada wartawan, Sabtu (28/6/2026).
Kader Artis Dinilai Punya Talenta Luar Biasa
Zulhas menyebut kader PAN yang berlatar belakang artis memiliki talenta luar biasa dan cerdas. Ia mencontohkan anggota DPR RI sekaligus Ketua DPW PAN DKI Jakarta, Uya Kuya, yang merupakan lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia.
"Artis itu punya talenta-talenta yang luar biasa, cerdas-cerdas, ya, seperti Eko 'Patrio', Uya Kuya, gitu," ujar Zulhas. "Tadi kan teman-teman lihat betapa mereka kreatif, kerjanya sangat produktif, cerdas-cerdas. Dan Uya Kuya itu lulusan UI, ya, jurusan apa, FISIP UI. Studinya memang politik, gitu," sambungnya.
Pelantikan Pengurus DPW PAN DKI Jakarta
Zulhas resmi melantik pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN DKI Jakarta periode 2024-2029 pada Sabtu (28/6/2026) di Balai Sarbini, Jakarta Selatan. Posisi Ketua DPW PAN DKI Jakarta kini dijabat oleh Surya Utama atau yang akrab disapa Uya Kuya.
"Saya Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional, pada hari ini Sabtu, 27 Juni 2026 bertempat di Balai Sarbini, Jakarta, melantik dan mengukuhkan saudara-saudaraku sekalian sebagai pengurus DPW PAN DKI Jakarta dan DPD-DPD seluruh DKI Jakarta periode 2024-2029," ujar Zulhas.
Harapan Zulhas untuk Kepengurusan Baru
Zulhas memberikan ucapan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan di bawah komando Uya Kuya dapat memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
"Teriring doa semoga Allah subhanahu wa ta'ala, Tuhan Yang Mahakuasa memberikan petunjuk, bimbingan, tuntunan, hidayah, dan rida-Nya. Memberikan kekuatan dan kemudahan untuk memberikan pengabdian terbaik kita kepada bangsa dan negara," jelasnya.



