Hasto Kibarkan Bendera PDIP di Puncak Kerinci, Simbol Semangat Juang Bung Karno
Hasto Kibarkan Bendera PDIP di Puncak Kerinci, Simbol Juang

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyampaikan pesan ideologis seusai mencapai puncak Gunung Kerinci, Jambi, dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno. Sembari mengibarkan bendera PDIP di puncak gunung api tertinggi di Indonesia itu, Hasto menjadikan momen ini sebagai simbol semangat perjuangan yang diwariskan oleh Bung Karno dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Bendera PDIP Berkibar di Puncak Tertinggi Indonesia

“Dalam rangka Bulan Bung Karno, bendera PDI Perjuangan berkibar dengan gagah perkasa di puncak Gunung Kerinci. Ini melambangkan tekad dan semangat juang untuk terus menyalakan api perjuangan Bung Karno dan Ibu Megawati Soekarnoputri,” kata Hasto, Senin (22/6).

Hasto mengatakan semangat tersebut harus diwujudkan melalui kerja nyata bagi Indonesia, mulai dari mencintai bumi, merawat pertiwi, hingga memperkuat keberpihakan kepada rakyat marhaen. Hasto juga mengajak seluruh kader untuk menggelorakan semangat cinta tanah air dan menjadikan politik sebagai jalan pengabdian kepada masyarakat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Politik Berlandaskan Pancasila Menurut Megawati

Menurut dia, Megawati mengajarkan bahwa politik harus digerakkan oleh nilai-nilai Pancasila, yakni ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. “Karena oleh Ibu Megawati Soekarnoputri, kami diajarkan bahwa politik itu digerakkan oleh nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan kebangsaan, demokrasi, dan keadilan sosial,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hasto mengatakan Megawati juga mengajarkan para kader untuk memiliki keyakinan politik, keteguhan sikap, dan keberanian dalam memperjuangkan kebenaran. “Dari keyakinan dan keteguhan itu akan lahir keberanian, dan dari keberanian akan lahir kebenaran, dan selanjutnya menciptakan kesabaran, hingga kebenaran Satyam Eva Jayate, pada akhirnya kebenaran akan menang,” kata Hasto.

Doa dan Kontemplasi di Puncak Kerinci

Di puncak Gunung Kerinci, Hasto pun menyempatkan diri untuk berdoa bagi nusa dan bangsa, terlebih dalam kondisi saat ini. “Meskipun saya bukan pemanjat gunung, dari atas puncak ini kita bisa berkontemplasi, sembari mendoakan Ibu Megawati dan keluarga, serta bangsa dan negara kita dalam kondisi seperti sekarang ini,” ungkap Hasto.

Di lain sisi, Hasto Kristiyanto menunjukkan kondisi fisik yang prima setelah menjalani pendakian selama tiga hari dua malam di Gunung Kerinci. Hasto Kristiyanto berhasil menyelesaikan perjalanan turun menuju kaki gunung dalam waktu kurang dari lima jam. Dengan langkah mantap menyentuh tanah kembali, Hasto menegaskan pendakian ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan simbol pengejawantahan pikiran serta semangat Bung Karno dan Megawati.

Semangat Juang Tak Surut Meski Usia Menua

Di usianya yang hampir menginjak enam dekade, ketegaran yang ditunjukkannya menjadi bukti bahwa semangat juang yang diwariskan Bung Karno dan Megawati Soekarnoputri tak pernah surut oleh waktu. Dari ketinggian Kerinci hingga bumi pertiwi, pesan yang dibawanya menggema bahwa politik harus tetap menjadi jalan pengabdian, dan kebenaran, bagaimanapun jalannya, pada akhirnya akan selalu menang. Bagi Hasto, pekik “Merdeka” di penghujung rimba adalah pengingat bahwa perjuangan bagi rakyat marhaen tidak pernah benar-benar usai, dan akan terus ia gelorakan bersama seluruh kader di seluruh penjuru Nusantara.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga