BEM Bersatu Kritik Aksi Mahasiswa Kehilangan Arah
BEM Bersatu Kritik Aksi Mahasiswa Kehilangan Arah

KOMPAS.com - Sebuah aliansi mahasiswa yang menamakan diri BEM Bersatu tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Organisasi ini muncul secara mendadak di tengah gelombang aksi mahasiswa yang terjadi belakangan ini. Pada Selasa (16/6/2026), aliansi tersebut menggelar konferensi pers yang menarik perhatian publik.

Kritik Terhadap Gerakan Mahasiswa

Dalam konferensi pers tersebut, juru bicara Aliansi BEM Bersatu, Rahmad Djimbula, menyampaikan pandangannya mengenai kondisi gerakan mahasiswa saat ini. Menurutnya, gerakan mahasiswa belakangan ini telah kehilangan arah dan tidak lagi berpihak kepada rakyat. Ia menilai sejumlah aksi mahasiswa mulai kehilangan substansi.

"Kami menilai sejumlah aksi mahasiswa belakangan ini mulai kehilangan arah, ditandai minim kajian, lemahnya argumentasi, dan ketidakjelasan substansi tuntutan," ucap Rahmad, dikutip dari KompasTV.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Reaksi Warganet

Kemunculan BEM Bersatu ini langsung menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang mempertanyakan latar belakang dan tujuan organisasi tersebut. Sebagian warganet mendukung kritik yang dilontarkan, namun tidak sedikit pula yang meragukan kredibilitas aliansi ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak yang terkait dengan aksi mahasiswa yang dikritik. BEM Bersatu pun belum memberikan pernyataan tambahan mengenai rencana aksi mereka ke depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga