Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin, mengungkapkan bahwa Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menelan anggaran hingga Rp30 juta per orang. Jumlah tersebut merupakan porsi terbesar dari total anggaran pelatihan sebesar Rp45 juta per orang, sementara hanya Rp15 juta yang dialokasikan untuk substansi pelatihan koperasi.
Rincian Anggaran Pelatihan
Menurut Hasanuddin, total kebutuhan anggaran selama 45 hari mencapai sekitar Rp45 juta per orang. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp30 juta digunakan untuk pelaksanaan latihan militer, sedangkan Rp15 juta untuk pembelajaran substansi koperasi. Hal ini disampaikan dalam keterangannya pada Senin (29/6).
Hasanuddin menambahkan bahwa jika Latsarmil dihapuskan, negara bisa menghemat triliunan rupiah untuk total 35.476 peserta pelatihan calon manajer Kopdes di seluruh Indonesia. Ia menilai pelatihan Latsarmil bukan prioritas karena tugas utama manajer koperasi adalah mengelola organisasi dan mengembangkan usaha.
Evaluasi Desain Pelatihan
“Kita membutuhkan manajer koperasi yang memiliki kemampuan mengelola bisnis, memahami tata kelola keuangan, pemasaran, dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, pelatihan harus benar-benar relevan dengan kebutuhan pekerjaan mereka,” ujar Hasanuddin. Politikus PDIP itu berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap desain pelatihan agar lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran, serta tidak membebani anggaran secara berlebihan.
Gelombang pertama pelatihan akan digelar pada 17 Juni hingga 31 Juli 2026, diikuti oleh 35.476 peserta, terdiri dari 30 ribu calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan 5.476 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih.
Belum Ada Tanggapan Pemerintah
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan atau komentar dari Kementerian Pertahanan dan Kementerian Koperasi terkait komentar TB Hasanuddin soal anggaran Latsarmil. CNNIndonesia.com masih berupaya menghubungi pihak pemerintah.



