Sekjen PKB: Amien Rais Jadi Terkenal Lagi Jika Terus Dibahas
Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hasanuddin Wahid yang akrab disapa Cak Udin, memberikan tanggapan terhadap video pernyataan Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, yang menyebut Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Cak Udin menekankan bahwa setiap pihak harus berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan kepada publik.
“Kalau kita sih ukurannya kepantasan ya. Berbangsa dan bernegara ini urusan kepantasan. Bahwa siapapun dia, mau tokoh bangsa, mau politisi, itu harus berhati-hati dalam apa namanya, harus berhati-hati dalam membuat pernyataan ke publik,” ujar Cak Udin di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (4/5/2026).
Menurut Cak Udin, adab harus menjadi prioritas dalam setiap ucapan di ranah digital. Ia mengusulkan agar para tokoh bangsa lebih memberikan perhatian terhadap isu geopolitik yang tidak menentu. “Kalau nggak ada buktinya buat apa ngomong gitu? Lebih baik semua para tokoh bangsa bicara tentang bagaimana kita bisa membantu pemerintah dan negara ini selamat dari krisis global karena ada perang Iran, ada Ukraina belum selesai, ada harga minyak dunia yang meroket dan sebagainya,” jelasnya.
“Lebih baik energi para tokoh-tokoh bangsa disatukan untuk membantu negara ini untuk keluar dari krisis yang akibat global. Itu lebih baik dari pada ngurusi orang personal-personal ya, orang per orang gitu,” tambahnya.
Anggota Komisi XI DPR RI ini juga mengkhawatirkan demokrasi jika pernyataan disampaikan tanpa data. Ia menyebut bahwa pernyataan yang membuat gaduh hanya merugikan bangsa Indonesia. “Pak Amien sudah lama ya jadi politisi. Dia tahulah mana yang dia harus minta maaf dan sebagainya. Tapi buat kami, keadaban politik itu penting. Buat kami bicara tanpa data itu sangat mengkhawatirkan buat demokrasi,” kata Cak Udin.
“Buat kami membuat gaduh itu menurut saya nggak menarik untuk kebutuhan bangsa hari ini, yang harus menyelesaikan banyak persoalan gitu, akibat geopolitik dunia ini,” sambungnya.
Cak Udin berharap isu yang disampaikan oleh Amien Rais tidak bergulir lebih jauh. Ia menilai pembicaraan Amien Rais tidak penting untuk bangsa. “Kalau dibicarakan terus, Amien Rais jadi terkenal lagi. Menurut saya bicara yang lain aja lah, yang lebih penting buat bangsa. Apakah pembicaraan Amien Rais penting untuk bangsa? Saya pikir nggak,” tegasnya.
Belakangan ini, publik dihebohkan dengan video yang diunggah Amien Rais di kanal YouTube-nya terkait hubungan Prabowo dengan Teddy Indra Wijaya. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut video tersebut mengandung pembunuhan karakter dan fitnah.
Menanggapi hal itu, Amien Rais mengatakan bahwa kebebasan berpendapat dijamin oleh undang-undang. “Ya, jadi saya begini. Saya pertama tentu yakin demokrasi itu berjalan baik kalau kebebasan mengeluarkan pendapat yang dijamin oleh undang-undang dasar kita itu tidak dibatasi, tidak diberangus,” ujar Amien saat ditemui usai acara Munas Partai Ummat di Sleman, Minggu (3/5).
Menurutnya, Indonesia adalah negara demokrasi, sehingga setiap individu bebas menyampaikan pendapat, meskipun bertentangan dengan penguasa atau kelompok rakyat. “Nah, kemudian, yang namanya negara demokrasi, orang berpendapat itu boleh. Bertentangan dengan penguasa yang resmi, bertentangan dengan kelompok rakyat yang lain-lain itu. Tetapi apa, jadi point of conflict-nya itu, point of perbedaannya itu adalah yang bersangkutan dengan nasib bangsa,” ujarnya.



