Rektor USK Imbau Civitas Akademika Jaga Kondusivitas Pasca Bentrokan Mahasiswa
Rektor USK Imbau Jaga Kondusivitas Pasca Bentrokan

Rektor USK Buka Suara Terkait Bentrokan Mahasiswa Berujung Kebakaran

Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Mirza Tabrani, angkat bicara mengenai insiden bentrokan antarmahasiswa yang mengakibatkan kebakaran sejumlah fasilitas di Fakultas Pertanian, Banda Aceh, pada Kamis (21/5) dini hari. Dalam pernyataannya, ia mengajak seluruh civitas akademika untuk menjaga kondusivitas pasca-kerusuhan tersebut.

"Pimpinan Universitas Syiah Kuala telah berkoordinasi dan sedang menunggu hasil investigasi pihak berwajib terkait kerusuhan yang terjadi antarkelompok mahasiswa di lingkungan kampus USK," kata Prof. Mirza di Banda Aceh, dikutip dari Antara.

Imbauan untuk Civitas Akademika

Rektor mengimbau seluruh dosen, staf, dan mahasiswa untuk menahan diri dari tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang persuasif, santun, dan konstruktif. Pihak universitas telah berkoordinasi dengan pimpinan fakultas, keamanan kampus, dan polisi untuk meningkatkan pengamanan dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan ke depan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Kami memberi apresiasi atas segala atensi dan kepedulian seluruh civitas akademika terhadap kampus kita tercinta. Mari bersama-sama menjaga suasana kampus agar tetap aman, kondusif, dan terkendali, sehingga proses belajar-mengajar tetap berlangsung seperti biasa," ujarnya.

USK juga meminta dukungan dari para dosen untuk terus membimbing mahasiswa agar mengedepankan sikap bijak, menjaga etika akademik, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang memicu keresahan. Rektor menegaskan bahwa setiap pelanggaran akan ditangani sesuai Peraturan Rektor Nomor 15 Tahun 2025 tentang Kode Etik Mahasiswa.

Penyelidikan Polisi

Satreskrim Polresta Banda Aceh tengah menyelidiki kasus ini. Kasat Reskrim Kompol Miftahuda Dizha Fezuono menyatakan pihaknya melakukan olah TKP untuk mengetahui sumber awal api yang membakar gedung Fakultas Pertanian, sepeda motor, dan Pos Satpam USK.

"Kami terus menyelidiki siapa aktor atau pelaku kericuhan hingga terbakarnya fasilitas di perguruan tinggi tersebut. Kasus ini tetap kita tindak lanjut guna mengungkap aktor pelaku yang mengakibatkan rusaknya fasilitas pendidikan," ujar Kompol Dhiza.

Kasi Humas Polresta Banda Aceh, Iptu Eddy Musfikar, menjelaskan bahwa sebelum kebakaran, terjadi keributan antara mahasiswa Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik. Keributan mencapai puncak pada Kamis dini hari, yang mengakibatkan tiga mahasiswa Fakultas Teknik luka-luka. Sebagai balasan, mahasiswa Fakultas Teknik melempari batu dan bom molotov ke Fakultas Pertanian, menyebabkan kerusakan pada gedung, laboratorium, serta membakar tiga sepeda motor dan satu mobil.

Polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap aktor di balik kerusuhan ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga