Tim Pengawas Haji DPR 2026 akan menjadikan pelayanan jemaah haji di Mina sebagai fokus pengawasan pada musim haji tahun depan. Hal ini disampaikan oleh anggota Timwas Haji DPR 2026, Selly Andriany Gantina, di Jakarta.
Mina sebagai Titik Kritis Pelayanan
Selly menjelaskan bahwa Mina menjadi perhatian utama karena di lokasi inilah sejumlah masalah pelayanan jemaah haji ditemukan. "Trouble-nya itu berada di Mina. Dan tentu ini menjadi perhatian kita, bahwa puncak haji itu justru harus diperhatikan berada di Armuzna. Dan Mina ini menjadi titik perhatian DPR ke depannya," ujarnya.
Fokus pada Tenda, Makanan, dan Transportasi
Fokus pengawasan meliputi fasilitas tenda, penyediaan makanan, serta transportasi bagi jemaah. Selly mencatat bahwa secara keseluruhan pelayanan jemaah haji tahun ini di Madinah dan Makkah lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Namun, masih ada catatan yang perlu dievaluasi untuk perbaikan ke depan.
Masalah Kapasitas dan Sanitasi Tenda
Salah satu temuan utama adalah fasilitas tenda di Mina yang tidak memadai. "Saya menemukan beberapa temuan kaitan dengan fasilitas tenda, terutama dari fasilitas toilet, kemudian tenda yang ternyata tidak nyaman untuk para jemaah, yang dipaksakan untuk jemaah," katanya di Mina, Arab Saudi, Kamis (28/5).
Selain kapasitas, sanitasi di tenda juga menjadi sorotan. Selly mengungkapkan bahwa kondisi sanitasi sangat buruk. "Padahal sanitasi air toilet ini menjadi sangat penting karena memang jemaah membutuhkan air yang sangat banyak untuk kebutuhan wudu mereka," tegasnya.
Timwas Haji DPR berkomitmen untuk terus mengawasi dan mendorong perbaikan pelayanan di Mina agar jemaah haji mendapatkan kenyamanan optimal pada musim haji mendatang.



