Mensos Gus Ipul Waspadakan Hoaks Bansos, Tegaskan Bantuan Tidak Dikurangi
Mensos Waspadakan Hoaks Bansos: Bantuan Tidak Dikurangi

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya narasi hoaks dan informasi menyesatkan yang beredar di media sosial terkait bantuan sosial (bansos). Ia menegaskan bahwa bansos tidak mengalami pengurangan, baik dari segi jumlah penerima maupun nominal bantuan yang menjadi hak masyarakat.

Penjelasan Gus Ipul Soal Hoaks Bansos

Gus Ipul mengungkapkan bahwa belakangan ini muncul berbagai informasi keliru yang tersebar di platform media sosial. Informasi tersebut antara lain menyebutkan adanya pemotongan bantuan sosial, pengalihan anggaran bansos ke program lain, serta berbagai cara tidak resmi untuk mendapatkan bantuan.

"Banyak berita hoaks di medsos yang menyesatkan masyarakat," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis pada Sabtu (25/4/2026). "Informasi semacam itu bisa masuk kategori penipuan. Kementerian Sosial akan terus menyisir dan meluruskan kabar tidak bertanggung jawab tersebut, salah satunya dengan meneruskannya ke aparat penegak hukum."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Bansos Tidak Dikurangi

Mensos menegaskan bahwa pemerintah tidak melakukan pengurangan bansos untuk dialihkan ke program lain. Menurutnya, bansos tetap disalurkan sesuai ketentuan kepada masyarakat yang berhak menerima.

"Yang benar, bansos tidak akan dikurangi, baik jumlah penerimanya maupun nominal yang harus diterima oleh masyarakat," ujar Gus Ipul. "Tidak ada pengalihan anggaran bansos untuk program lain," sambungnya.

Imbauan untuk Masyarakat

Gus Ipul juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada akun-akun media sosial yang mengatasnamakan Kemensos atau pihak tertentu yang menjanjikan bantuan dengan syarat tertentu. Ia meminta masyarakat untuk memastikan setiap informasi melalui kanal resmi pemerintah.

"Kalau menerima informasi soal bansos, cek dulu sumbernya. Jangan langsung percaya, apalagi kalau diminta mengirim data pribadi, transfer uang, atau mengikuti tautan yang tidak jelas," kata Gus Ipul.

Kanal Resmi Informasi Bansos

Menurut Gus Ipul, seluruh informasi resmi terkait program Kemensos dapat diakses melalui kanal resmi, atau bisa menghubungi call center di nomor 021 171, serta WhatsApp resmi di 08877 171 171 untuk menanyakan informasi seputar bantuan sosial maupun program-program lainnya, termasuk Sekolah Rakyat.

"Silakan cek di kanal resmi Kementerian Sosial atau hubungi call center. Kalau ada informasi yang berpotensi hoaks, laporkan," ujar Gus Ipul. "Kalau ada yang ingin ditanyakan soal bansos, Sekolah Rakyat, atau program Kemensos lainnya, jangan ragu untuk menghubungi kanal resmi," sambungnya.

Pentingnya Kewaspadaan Masyarakat

Gus Ipul menambahkan bahwa kewaspadaan masyarakat menjadi penting agar bansos benar-benar diterima oleh mereka yang berhak dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan.

"Kami ingin masyarakat terlindungi. Jangan sampai ada warga yang dirugikan karena percaya informasi palsu," kata Gus Ipul. "Bansos adalah hak masyarakat yang memenuhi kriteria, dan negara hadir untuk memastikan bantuan itu sampai sebagaimana mestinya," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga