Menkum Supratman Dorong Pelaku Industri Olahraga Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual
Menkum Supratman Dorong Pelaku Olahraga Daftarkan HKI

Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas menyoroti pentingnya perlindungan kekayaan intelektual dalam industri olahraga di tengah transformasi yang pesat. Hal ini disampaikan dalam acara perayaan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia yang digelar di kawasan Sarinah, Jakarta, pada Minggu (26/4/2026).

Perlindungan Kekayaan Intelektual di Industri Olahraga

Menurut Supratman, hampir semua produk yang digunakan dalam olahraga, seperti baju, celana, sepatu, raket, sepeda, dan bola, memiliki setidaknya dua jenis kekayaan intelektual yang melekat. "Hampir semua produk yang kita gunakan hari ini memiliki minimal dua alat kekayaan intelektual yang melekat di dalamnya," ujarnya. Ia menekankan bahwa hak kekayaan intelektual menjadi bagian penting dalam industri olahraga, karena sering kali pelaku yang sudah mendaftarkan masih menghadapi sengketa hukum.

Supratman menjelaskan bahwa saat ini banyak produk olahraga yang sudah memiliki perlindungan, mulai dari merek, desain industri, hingga hak cipta. Namun, ia mendorong lebih banyak pelaku industri untuk mendaftarkan paten mereka. "Walaupun sekarang hampir semua di beberapa cabang olahraga dan event, baik merek maupun patennya pasti sudah terdaftar, entah itu merek terkenal ataupun lokal," terangnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Manfaat Ekonomi dari Pendaftaran Kekayaan Intelektual

Dalam kesempatan yang sama, Supratman menegaskan bahwa pendaftaran kekayaan intelektual tidak hanya memberikan perlindungan hukum, tetapi juga membawa manfaat ekonomi yang signifikan. "Mulai saat ini, kita menggalakkan mendaftarkan hak kekayaan intelektual karena bukan hanya untuk memberi perlindungan, tetapi yang lebih utama bahwa di balik hak kekayaan intelektual itu ada manfaat ekonominya, ada nilai komersialisasinya yang perlu kita bekerja bersama-sama," ungkapnya. Acara tersebut dihadiri oleh Sesmenpora Gunawan Suswantoro, Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkum Hermansyah Siregar, Chief Operating Officer Vidio Hermawan Sutanto, serta sejumlah atlet nasional seperti Suwardi (MMA), Apriyani Rahayu dan M. Rian Ardianto (bulu tangkis), dan Hanif Sjahbandi (Persija).

Dampak Ekonomi Besar dan Penyerapan Tenaga Kerja

Supratman menambahkan bahwa pendaftaran kekayaan intelektual tidak hanya menguntungkan pelaku usaha, tetapi juga berdampak pada ekonomi secara luas, termasuk penyerapan tenaga kerja. Upaya ini sejalan dengan transformasi industri olahraga yang berkembang pesat. Dalam peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia, Kemenkum mengangkat tema 'Kekayaan Intelektual dan Olahraga: Siap Berinovasi'. Supratman menyebut bahwa olahraga merupakan industri besar yang sering luput dari perhatian terkait hak paten. "Yang sering tidak kita perhatikan adalah banyaknya paten dalam ekosistem olahraga, seperti sepatu, bola, sepeda, raket, dan bola padel. Semua itu adalah karya cipta luar biasa yang di dalamnya melekat kekayaan intelektual," katanya.

Oleh karena itu, Supratman mendorong para pelaku industri olahraga untuk segera mendaftarkan kekayaan intelektual mereka. Dengan demikian, mereka tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga dapat merasakan manfaat ekonomi dari industri tersebut. "Kita berharap event kali ini akan mendorong, di samping prestasi, juga soal manfaat ekonominya yang bisa dirasakan oleh industri ini," jelas Supratman.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga