Anggota Komisi XIII DPR RI, Muhammad Shadiq Pasadigoe, mengusulkan agar penyiar berita di televisi mengucapkan 'Salam Pancasila' sebelum menyampaikan informasi. Usulan ini disampaikan dalam Rapat Kerja dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Senayan, Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026.
Kritik terhadap Sosialisasi Pancasila
Shadiq menyoroti sosialisasi Pancasila yang dinilainya belum maksimal. Ia menegaskan bahwa seluruh anggota Komisi XIII mendukung program BPIP, bahkan pernah menyetujui anggaran tanpa batas. Namun, ia menilai greget atau semangat BPIP masih kurang dalam menjalankan tugasnya.
"Memang tidak ada teman-teman di Komisi XIII ini yang tidak mendukung program BPIP. Bahkan pada saat itu, anggaran untuk BPIP kami dukung sepenuhnya tanpa batas. Tapi saya melihat dari greget yang dilakukan oleh BPIP masih jauh dari harapan," ujar Shadiq.
Usulan Salam Pancasila
Politisi Partai NasDem itu mencontohkan bahwa penyiar televisi seharusnya mengawali siaran berita dengan 'Salam Pancasila' sebagai bentuk sosialisasi massal. Menurutnya, langkah sederhana ini akan membuat Pancasila lebih membumi, terutama di kalangan generasi muda.
"Contohnya, penyiar TV setiap kali akan membacakan berita atau membuka acara, Salam Pancasila itu jangan lupa. Itu sudah sosialisasi dari Pancasila, sehingga Pancasila betul-betul membumi terhadap generasi muda," tambahnya.
Pancasila sebagai Karakter Pribadi
Shadiq juga menceritakan pengalamannya sebagai pegawai negeri hingga menjabat bupati dua periode. Ia mengaku tidak pernah terjerat kasus korupsi karena menjadikan Pancasila sebagai karakter diri.
"Saya pegawai negeri pernah duduk di eselon IV, III, II, I, bupati dua kali, dan salah satu faktor saya tidak tersangkut perkara hukum, jangankan kena periksa, kena panggil saja tidak pernah, karena saya pegang Pancasila sebagai karakter diri saya. Tidak ada maling," ungkapnya.
Desakan Anggaran BPIP
Legislator NasDem ini mendesak BPIP untuk lebih agresif dalam memperjuangkan anggaran dari Kementerian Keuangan. Ia menekankan pentingnya ideologi Pancasila diterapkan oleh seluruh masyarakat Indonesia.
"Saya minta kepada BPIP, kalau bisa greget, tolong jangan lembek, harus ditembus. Ini anggaran saja tidak bisa. Saya mengerti bagaimana Kementerian Keuangan menetapkan anggaran. Saya harapkan greget itu perlu dan perjuangkan bagaimana anggaran bisa didapatkan," tuturnya.



