Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, telah meminta waktu untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. Permintaan tersebut disampaikan beberapa hari lalu dan akan diwujudkan dalam waktu dekat.
Jusuf Kalla Akan Datang Bersama Putra
Teddy menyatakan bahwa Jusuf Kalla akan datang bersama putranya yang juga seorang pengusaha. "Oh iya.., Pak Wapres Jusuf Kalla beberapa hari lalu meminta waktu bertemu kepada Presiden Prabowo. Beliau akan datang bersama putra beliau yang juga seorang pebisnis," ujar Teddy di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Meskipun belum mengungkap agenda spesifik yang akan dibahas, Teddy menegaskan bahwa Presiden Prabowo selalu membuka ruang komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai tokoh nasional. Hal ini merupakan bagian dari upaya memperkuat persatuan dan membangun kolaborasi untuk kemajuan Indonesia.
Pandangan Jusuf Kalla tentang Ekonomi Global
Sebelumnya, Jusuf Kalla menyoroti perubahan besar dalam sistem ekonomi global. Menurutnya, era globalisasi yang mendorong keterbukaan perdagangan dan investasi kini bergeser menuju deglobalisasi, dengan peran pemerintah yang semakin kuat dalam mengatur aktivitas ekonomi.
"Kebetulan sekarang kita lagi sakit. Saya bicara sekarang pada saat kita sakit. Sakitnya bukan di Indonesia saja, hampir di seluruh dunia sakit, masalah keuangan ini," kata Jusuf Kalla dalam sebuah kesempatan, Jumat (5/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa perlambatan ekonomi global dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik, seperti konflik Rusia-Ukraina serta ketegangan di Timur Tengah dan Asia Selatan. Menurut JK, perubahan pola ekonomi global merupakan siklus yang berulang setiap beberapa dekade.
Komunikasi Terbuka untuk Persatuan
Teddy menekankan bahwa pertemuan antara Presiden Prabowo dan Jusuf Kalla adalah bukti komitmen pemerintah untuk menjalin komunikasi dengan tokoh bangsa dan pelaku usaha. "Beliau (Presiden Prabowo) selalu membuka ruang komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai tokoh nasional," ujarnya.
Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.



