Istana Sebut Pengganti Silmy Karim Belum Ditentukan, Buka Kans Said Iqbal
Istana: Pengganti Silmy Karim Belum Ada, Said Iqbal Berpeluang

Menteri Sekretaris Negara RI Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto belum menentukan siapa yang akan menggantikan Silmy Karim sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas). Silmy sebelumnya terjerat kasus dugaan korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tugas Harian Tetap Berjalan

Prasetyo menegaskan bahwa tugas keseharian yang ditinggalkan Silmy masih dapat dijalankan oleh Menteri Imipas Agus Andrianto. Keputusan mengenai pengganti belum diambil karena pelayanan di kementerian tidak boleh terganggu.

“Untuk sementara belum diputuskan mengenai siapa yang akan menggantikan tugas tersebut, karena tugas keseharian masih bisa dijalankan tentunya oleh Bapak Menteri,” ujar Pras di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/6).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kasus Hukum Silmy Karim

Silmy Karim ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi pengurusan izin Warga Negara Asing (WNA) untuk tinggal di Indonesia. Ia bersama tujuh tersangka lainnya dijerat dengan Pasal 12e tentang pemerasan dalam pengurusan dokumen keimigrasian dan Pasal 12B tentang penerimaan gratifikasi.

Peluang Said Iqbal Masuk Kabinet

Dalam kesempatan yang sama, Prasetyo membuka kemungkinan Presiden Partai Buruh Said Iqbal bergabung ke Kabinet Merah Putih. Meski belum merinci posisi yang akan diberikan, Prasetyo menyebut hal tersebut masih dalam tahap diskusi.

“Sedang kita diskusikan,” kata Pras. Ia menambahkan bahwa posisi yang mungkin diberikan berkaitan dengan kiprah Said di bidang buruh dan tenaga kerja.

Rencana Pelantikan Pekan Depan

Prasetyo belum mau merinci jadwal pelantikan Said Iqbal. Namun, ia menyebutkan bahwa pekan depan akan ada pelantikan pimpinan baru Badan Gizi Nasional serta penyerahan surat kredensial duta besar negara sahabat. Kedua acara tersebut direncanakan pada hari yang sama untuk efektivitas, meskipun forum pelantikannya berbeda.

“Untuk efektivitas, kita rencanakan di hari yang sama. Untuk forum pelantikannya tentu berbeda antara pelantikan pejabat negara dengan penyerahan kredensial dari para duta besar negara sahabat,” ucapnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga