Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri upacara peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 yang digelar di Pusat Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Puan menyampaikan harapan agar seluruh anggota kepolisian terus berupaya menjadi pelayan masyarakat yang baik.
Kehadiran Pejabat Negara dan Tokoh Nasional
Upacara tersebut juga dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta sejumlah pejabat tinggi negara dan tokoh nasional. Begitu tiba di lokasi, Puan disapa hangat oleh Presiden Prabowo. Ia juga sempat berfoto bersama dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, dan Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto.
Di podium acara, Puan duduk di samping Ketua DPD RI Sultan Bahtiar Najamuddin, Ketua Mahkamah Agung Sunarto, Ketua BPK RI Isma Yatun, serta Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto. Kursi Puan berjajaran dengan Presiden Prabowo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Pesan Puan untuk Polri di Usia ke-80
Puan mengucapkan selamat memperingati hari jadi bagi seluruh anggota Polri. "Kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia yang saya banggakan, selamat Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026," kata Puan dalam keterangannya. "Polri harus terus membuktikan komitmennya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat," lanjut cucu Bung Karno itu.
Menurut Puan, hal tersebut sejalan dengan tema HUT Polri tahun ini, yakni '80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat'. Ia mengingatkan bahwa sesuai konstitusi, Polri memiliki tugas pokok memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
"Maka Hari Bhayangkara 2026 harus menjadi momentum untuk memperkuat legitimasi Polri sebagai institusi yang berada di garis terdepan dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, sekaligus melayani masyarakat di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks," papar Puan.
Ukuran Keberhasilan Polri di Era Modern
Lebih lanjut, Puan mengingatkan bahwa keberhasilan Polri pada era modern tidak lagi semata diukur dari banyaknya perkara yang berhasil diungkap atau pelaku yang ditangkap. "Ukuran yang jauh lebih penting adalah sejauh mana masyarakat merasakan kehadiran negara melalui pelayanan kepolisian yang cepat, profesional, transparan, dan memberikan kepastian hukum tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi warga negara," tambahnya.
Puan juga menilai penguatan profesionalisme Polri perlu diikuti dengan peningkatan sistem akuntabilitas publik. "Sebab kepercayaan masyarakat merupakan modal utama institusi penegak hukum," ungkap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut.
Akuntabilitas dan Stabilitas Nasional
Oleh karenanya, Puan mengatakan setiap keberhasilan penegakan hukum, pelayanan masyarakat, maupun pembenahan internal harus dibangun melalui mekanisme yang terbuka dan terukur. "Serta tentunya dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan negara," tutur Puan.
Puan pun berharap Polri semakin memperkuat posisinya sebagai institusi negara yang mampu menjaga stabilitas nasional pada usianya yang ke-80. "Sekaligus agar Polri menjadi mitra masyarakat dalam menghadirkan rasa aman, kepastian hukum, dan keadilan yang menjadi fondasi pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas," sebutnya.
Apresiasi untuk Seluruh Personel Polri
Di sisi lain, Puan memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Polri yang bekerja dengan penuh dedikasi, termasuk anggota polisi yang ditugaskan di daerah rawan, baik di dalam maupun luar negeri. "Sekali lagi, selamat memperingati HUT ke-80 Polri untuk semua personel kepolisian. Dirgahayu ke-80 Kepolisian Negara Republik Indonesia," tutup Puan.
Sebagai informasi, upacara peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 turut dihadiri oleh jajaran Kabinet Merah Putih dan sejumlah mantan presiden dan wakil presiden.



